KABAR GLOBAL 27 SEPTEMBER: Kunjungan ke Asia Pasifik Meningkat, IMF Soroti Ketimpangan & Upah

Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Rabu (27/9/2017), di antaranya tentang peningkatan aktivitas berwisata dan bisnis di Asia Pasifik serta laju pertumbuhan global yang tertahan penurunan pendapatan di negara maju.
Renat Sofie Andriani | 27 September 2017 09:20 WIB
IMF - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita global mewarnai pemberitaan media nasional pada hari ini, Rabu (27/9/2017), di antaranya tentang peningkatan aktivitas berwisata dan bisnis di Asia Pasifik serta laju pertumbuhan global yang tertahan penurunan pendapatan di negara maju.

Berikut rangkuman berita utama di sejumlah media nasional:

Kunjungan ke Asia Pasifik Meningkat. Aktivitas berwisata dan melakukan perjalanan bisnis oleh warga asing di Asia Pasifik terus menunjukkan penguatan, kendati pelambatan ekonomi global masih membayangi. Fakta itu dipaparkan dalam laporan Mastercard Global Destinations Cities Index (GDCI) 2017. (Bisnis Indonesia)

Yellen: Langkah Kenaikan Suku Bunga Sudah Tepat. Gubernur Federal Reserve Janet Yellen mengatakan kenaikan suku bunga secara bertahap adalah pendekatan kebijakan yang paling tepat di tengah ketidakpastian inflasi. Pernyataan tersebut memperkuat perkiraan bank sentral AS itu untuk satu kenaikan Fed Funds Rate lagi tahun ini. (Bisnis.com)

Raja Arab Kini Izinkan Wanita Mengemudikan Mobil. Raja Arab Saudi Salman bin Abdulaziz As-Saud pada Selasa (26/9/2017) mengeluarkan dekrit kerajaan yang mengizinkan pemberian surat izin mengemudi (SIM) untuk perempuan di kerajaan itu, demikian laporan media setempat. (Bisnis.com)

AS Inginkan Solusi Diplomatik. Menteri Pertahanan (Menhan) Amerika Serikat (AS) Jim Mattis mengatakan pada Selasa (26/9) bahwa pemerintahannya menginginkan solusi diplomasi atas krisis nuklir Korea Utara (Korut). (Investor Daily)

IMF: Ketimpangan dan Upah Lemahkan Pertumbuhan Global. Wakil Direktur Pelaksana  Dana Moneter Internasional (IMF) Tao Zhang menyampaikan pada Senin (25/9) waktu setempat bahwa penurunan pendapatan di kalangan kelas menengah di negara maju, seperti Amerika Serikat (AS), telah menahan laju pertumbuhan global. (Investor Daily)

Tag : asia pasifik, imf
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top