Ini Sebabnya Sulut Primadona Perbankan Salurkan Kredit

Provinsi Sulawesi Utara sampai saat ini masih menjadi salah satu wilayah primadona penyaluran kredit oleh para perbankan di Tanah Air. Pasalnya, rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dengan jumlah penerimaan dana pihak ketiga dari berbagai sumber (Loan to Deposit Ratio/LDR) perbankan di Bumi Nyiur Melambai hingga kini cukup tinggi, yakni mencapai 150%.
Puput Ady Sukarno
Puput Ady Sukarno - Bisnis.com 27 September 2017  |  06:33 WIB
Ini Sebabnya Sulut Primadona Perbankan Salurkan Kredit
Bunga Kredit. - Bisnis.com

Bisnis.com, MANADO - Provinsi Sulawesi Utara (Sulut)  sampai saat ini masih menjadi salah satu wilayah primadona penyaluran kredit oleh para perbankan di Indonesia.

Pasalnya, rasio antara besarnya seluruh volume kredit yang disalurkan oleh bank dengan jumlah penerimaan dana pihak ketiga dari berbagai sumber (Loan to Deposit Ratio/LDR) perbankan di Bumi Nyiur Melambai hingga kini cukup tinggi, yakni mencapai 150%.

Buwono Budi Santoso, Deputi Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sulawesi Utara mengakui, bahwa saat ini di Provinsi Sulut, rasio keuangan perusahaan perbankan yang berhubungan dengan aspek likuiditas itu cukup tinggi.

"Di Sulut ini LDR sudah 150%. Jadi artinya dana yang masuk ke Sulut itu lebih besar dari pada dana yang keluar dari wilayah ini," ujarnya, Selasa (26/9/2017).

Menurutnya, Sulut sangat menarik bagi perbankan, pasalnya ketika di daerah lain cukup sulit untuk memberikan kredit, namun di daerah ini para perbankan cukup berani dan gampang menyalurkan kredit, lantaran tingkat kepercayaan pertumbuhan perekonomian di Bumi Nyiur Melambai yang akan terus tumbuh positif juga tinggi.

Bahkan, kata dia, saat ini terdapat satu perbankan plat merah yang memiliki jaringan sangat luas di Tanah Air, LDR-nya mencapai 200%.

"Jadi Sulut ini memang sangat menarik bagi perbankan," ujar Buwono.

 Buwono mengingatkan bahwa perbankan di Sulut juga harus kerjasama menjalin sinergi dengan baik dalam rangka proses penyaluran kredit tersebut, agar tidak menimbulkan terjadinya lonjakan rasio kredit bermasalah.

Hal ini mengingat persentase non-performing loan/NPL perbankan di Sulut saat ini sudah mencapai pada posisi 3,9% (gross) atau 2,5% (nett). "Meskipun masih dibawah angka 5% seperti aturan Bank Indonesia. Namun angka NPL ini harus diwaspadai," ujarnya.

Pihaknya berharap para perbankan dalam menyalurkan kreditnya juga harus prudent, mengingat kondisi terjadinya NPL di Sulut yang mencapai sebesar itu, lantaran akibat dari kekuranghati-hatian sang kreditur.

"Biasa, ketika ada bank baru masuk, biasanya akan menggaet nasabah sebanyak mungkin. Dan dia ini menjadi terlalu berani dan seringkali kurang prudent."

Namun,  pihaknya mengklaim bahwa saat ini mulai marak dari para pelaku industri perbankan di Sulut itu, menjalin sinergitas yang baik, agar NPL di Bumi Nyiur Melambai ini tetap terjaga dengan baik.

Pameran Pembangunan

Buwono menambahkan bahwa seiring dengan semakin menariknya Sulut bagi perbankan itu, sebanyak 49 bank di Bumi Nyiur Melambai kini getol menggelar edukasi serta promosi terkait produk produk perbankan kepada masyarakat.

Perbankan itu antara lain BRI, Bank Papua, Victoria, Sinarmas, BNI, BCA, Mandiri, CIMB, Danamon, Bukopin, BTN, BTPN, OCBC NISP, Nobu, Bank Mega, Panin, ANZ, KEB Hana. Artha Graha. HSBC SulutGo, BPD Banten serta Commonwealth.

Salah satu yang ditempuh adalah turut serta memeriahkan Pemeran Pembangunan Sulut 2017 di Manado, melalui wadah Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD).

Dia mengatakan, memang semua perbankan di Bumi Nyiur Melambai diarahkan untuk ambil bagian dalam pameran pembangunan Sulut 2017, umtuk mengedukasi maupun mempromosikan produk produknya.

"Perbankan melihat Sulut memiliki keistimewaan tersendiri, sehingga membuat perbankan terus melakukan ekspansi di daerah ini," kata Buwono.

Direktur Utama Bank Sulawesi Utara dan Gorontalo (SulutGo), Jeffry AM Dendeng, mengatakan, bahwa pameran pembangunan menjadi kesempatan untuk promosi program yang dimiliki perbankan, khususnya kepada Pegawai Negeri Sipil (PNS).

"Salah satu bidikan kita memang para PNS," ujarnya. Jeffry berharap dengan keterlibatan dalam gelaran itu, dapat mendongkrak penyaluran kredit produktif yang telah disalurkan Bank Sulutgo saat ini.

Sejauh ini, kata dia, dari total dana Rp10 triliun yang disalurkan untuk kredit di Sulut, sekitar 10% alias Rp1 triliun diantaranya adalah untuk kredit produktif. Sedangkan selebihnya sektor konsumtif.

"Kami harapkan dapat mendongkrak 1% lagi lah sampai akhir tahun ini. Bisa menjadi 11% kan sudah besar," pungkas Jeffry.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
sulut

Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup