BUMN Perkapalan Bakal Dapat Pesanan dari Pertamina

Pertamina banyak order kapal, tapi kok enggak pernah ke dok kita (BUMN). Sekarang banyak (BUMN Perkalapan) yang berubah dan saya harap kerja sama bisa dilakukan
Rivki Maulana
Rivki Maulana - Bisnis.com 29 September 2017  |  10:59 WIB
BUMN Perkapalan Bakal Dapat Pesanan dari Pertamina
Kapal Tanker - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA - Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) tengah mendorong sinergi antara PT Pertamina (Persero) dengan industri berat dan perkapalan milik negara, guna meningkatkan kapasitas BUMN di industri berat dan perkapalan.

Menteri BUMN Rini M. Soemarno mengatakan BUMN perkapalan di dalam negeri berada dalam fase surut sehingga perlu digenjot untuk meningkatkan produksi. Terlebih, sebagian BUMN perkapalan sudah mendapat tambahan modal lewat penyertaan modal negara.

Rini mengatakan, sejumlah BUMN seperti PT Pertamina (Persero) dinilai bisa membantuk restrukturisasi usaha sejumlah BUMN perkapalan. "Pertamina banyak order kapal, tapi kok enggak pernah ke dok kita (BUMN). Sekarang banyak (BUMN Perkalapan) yang berubah dan saya harap kerja sama bisa dilakukan," jelas Rini di Jakarta, Jumat (29/9/2017).

Hari ini, Pertamina memang menjajaki kerja sama dengan meneken nota kesepahaman dengan sejumlah BUMN di klaster industri berat dan perkapalan, antara lain PT PAL (Persero), PT Dok Perkapalan Surabaya (Persero), dan PT Dok & Perkapalan Kodja Bahari (Persero). Selanjutnya dengan PT Barata Indonesia (Persero), PT Boma Bisma Indra (Persero), dan PT Industri Kapal Indonesia (Persero). Nota kesepahaman juga diteken antara Dok Perkapalan Surabaya dan PT Djakarta Lloyd (Persero).

Rini menekankan, perusahaan perkapalan pelat merah harus menggenjot kapasitas baik dari segi kualitas produk maupun waktu penyerahan tepat waktu (time delivery). BUMN lain seperti Pertamina juga diminta untuk membagikan pengatahuan teknis kepada BUMN galangan sehingga terjadi peningkatan kapasitas. "Saya tekankan, kalau gak bisa (mengerjakan pesanan) ya kerja sama. Janga berpikir bagaiaman bisa bikin satu (kapal), tapi bagaimana bikin 100," tegasnya.

Direktur PAL, Budiman Saleh mengatakan BUMN perkapalan siap untuk mendukung program investasi Pertamina dalam pembelian kapal maupun pemeliharaan kapal. Sebelumnya, BUMN perkapalan telah mampu membangun kapal tanker dengan ukuran 30.000 DWT. Secara khusus, PAL sudah menggarap overhaul single point mooring sebanyak 16 kali sejak 2009.

"Sinergi antara Pertamina dengan NSHI (national shipping & heavy industries) secara langsung akan memberikan multiplier effect terhadap kemajuan industri perkapalan di Indonesia," ujarnya.

Direktur Perencanaan dan Investasi Pertamina, Gigih Prakoso mengatakan tahun depan perseroan mengalokasikan belanja modal sebesar US$200 juta untuk pembelian kapal baru dan pemeliharaan armada. Jumlah tersebut menjadi potensi pasar yang bisa digarap BUMN perkapalan. Sedikitnya Pertamina bakal membangun 7 kapal baru berukuran 7.500 DWT dengan anggaran US$20 juta hingga US$30 juta per unit."

"Nanti kita duduk bareng sama sama melihat potensi yang bisa kita kerjasamakan. Sebelum kontrak, kita juga bisa assessment dulu dan coaching bagaimana standarisasi yang dibutuhkan Pertamina," jelasnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bumn

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top