EKONOMI AS: PDB Kuartal II Tercepat, Kuartal Ini Terdampak Badai Irma

Berdasarkan data Departemen Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) AS meningkat 3,1% pada kuartal kedua dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Angka ini merupakan revisi PDB kuartal II sebesar 3,0% yang dirilis bulan lalu.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 September 2017 07:19 WIB
Aktivitas manufaktur otomotif di AS. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Perekonomian AS mencatat laju tercepat dalam lebih dari dua tahun, namun momentum tersebut mungkin melambat pada kuartal ketiga karena Badai Harvey dan Irma menahan aktivitas sementara.

Berdasarkan data Departemen Perdagangan, produk domestik bruto (PDB) AS meningkat 3,1% pada kuartal kedua dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, Angka ini merupakan revisi PDB kuartal II sebesar 3,0% yang dirilis bulan lalu.

Dilansir Reuters, pertumbuhan kuartal terakhir merupakan yang tercepat sejak kuartal pertama 2015 dan mengikuti laju pertumbuhan 1,2% pada periode Januari-Maret. Para ekonom memperkirakan sebelumnya bahwa pertumbuhan PDB kuartal kedua akan tidak direvisi.

Sebagian analis memperkirakan badai Harvey yang melanda Texas menjadi faktor penurunan penjualan ritel, produksi industri, pembangunan rumah dan penjualan rumah pada bulan Agustus. Kelemahan lebih lanjut diperkirakan terjadi pada bulan September setelah badai Irma menyerang Florida awal bulan ini.

Bagaimanapun juga, pembangunan kembali diperkirakan akan mendorong pertumbuhan pada kuartal keempat dan di awal 2018. Perkiraan pertumbuhan untuk periode Juli-September berada di atas 2,2%.

Dengan kenaikan PDB pada kuartal kedua, ekonomi tumbuh 2,1% pada paruh pertama tahun 2017. Namun, para ekonom percaya bahwa pertumbuhan tahun ini tidak akan mencapai target Presiden Donald Trump sebesar 3,0%.

Trump pada hari Rabu mengusulkan perombakan pajak AS terbesar dalam tiga dekade terakhir, termasuk menurunkan pajak penghasilan badan menjadi 20% dan menerapkan tarif pajak baru sebesar 25% untuk bisnis seperti kemitraan guna meningkatkan perekonomian.

Namun rencana tersebut hanya memberikan sedikit rincian pada bagaimana pemotongan pajak akan dilakukan tanpa meningkatkan defisit anggaran dan hutang nasional.

Pertumbuhan belanja konsumen, yang menyumbang lebih dari dua pertiga ekonomi AS, tidak direvisi pada 3,3% di kuartal kedua karena peningkatan pengeluaran untuk jasa diimbangi oleh revisi turun pada pengeluaran barang tahan lama. Belanja konsumen pada kuartal kedua mencatat laju tercepat dalam setahun terahkhir.

Tag : ekonomi as, pdb
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top