KABAR PASAR 1 NOVEMBER: Memburu Pengguna Faktur Bodong, Ruang Pelonggaran Sudah Tertutup

Berita mengenai pemburuan pengguna faktur bodong serta ruang pelonggaran moneter yang sudah tertutup menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Rabu (1/11/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho | 01 November 2017 08:45 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai pemburuan pengguna faktur bodong serta ruang pelonggaran moneter yang sudah tertutup menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Rabu (1/11/2017).

Berikut ringkasan sejumlah berita yang menjadi topik utama media hari ini:

Memburu Pengguna Faktur Bodong. Ratusan korporasi, beberapa di antaranya adalah perusahaan terbuka dan penanaman modal asing, diduga menggunakan atau menerbitkan faktur pajak bodong untuk memperoleh restitusi. (Bisnis Indonesia)

Ruang Pelonggaran Sudah Tertutup. Bank Indonesia menegaskan ruang pelonggaran moneter melalui instrumen suku bunga sudah tertutup mengingat level 7 Day Repo Rate (7DRR) saat ini dinilai cukup rendah sejak 2012. (Bisnis Indonesia)

Swasta Dapat Insentif. Pemerintah menetapkan zona insentif/ zona bonus sebagai bentuk mekanisme kerja sama antara pemerintah lokal dengan pengembang untuk mengembangkan kawasan Transit Oriented Development (TOD). (Bisnis Indonesia)

Laju PDB Berpotensi Sesuai Target. Pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini masih sejalan dengan target yang ditetapkan oleh pemerintah. Menteri keuangan Sri Mulyani mengatakan secara keseluruhan, sepanjang tahun ini pertumbuhan ekonomi akan mencapai 5,17% dengan proyeksi pertumbuhan pada kuartal III/2017 dan IV/2017 masing-masing 5,2% dan 5,4% (Bisnis Indonesia)

Pengusaha Terimpit Kenaikan Upah Buruh. Hari ini (1/11) menjadi hari terakhir bagi kepala daerah untuk menetapkan upah minimum provinsi (UMP) tahun 2018. Walau pemerintah sudah menetapkan aturan kenaikan upah minimum berdasarkan angka inflasi dan pertumbuhan ekonomi, namun tarik menarik soal upah masih saja terjadi. (Kontan)

Peringkat Kemudahan Berbisnis Indonesia Naik Menjadi 72. Usaha Presiden Joko Widodo mengejar peringkat di bawah 50 pada tahun 2019 dalam kemudahan memulai usaha atau Ease of Doing Business (EODB) membuahkan hasil. Setelah pada tahun 2017 peringkat kemudahan memulai usaha di Indonesia di peringkat 91, pada tahun 2018 naik menjadi di urutan 72. (Kontan)

Rapor Keuangan Emiten Besar Membaik. Emiten saham mulai merilis laporan keuangan kuartal III-2017. Meski tak semua menunjukkan rapor cantik, kinerja emiten keping biru cenderung membaik. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top