KABAR PASAR 3 NOVEMBER: LPS Rate Turun 25 Bps, Kenaikan Peringkat Belum Jadi Jaminan

Berita mengenai suku bunga penjaminan simpanan yang dipangkas serta kenaikan peringkat kemudahan berbisnis yang belum menjadi jaminan menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (3/11/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho | 03 November 2017 08:10 WIB
Stiker Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) tertempel di pintu salah satu bank di Jakarta. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai suku bunga penjaminan simpanan yang dipangkas serta kenaikan peringkat kemudahan berbisnis yang belum menjadi jaminan menjadi topik utama sejumlah media massa hari ini, Jumat (3/11/2017).

Berikut ringkasan sejumlah berita yang menjadi topik utama media hari ini:

LPS Rate Turun 25 Bps. Lembaga Penjamin Simpanan atau LPS memangkas suku bunga penjaminan denominasi rupiah sebesar 25 basis poin seiring dengan tren penurunan suku bunga di pasar. (Bisnis Indonesia)

Kenaikan Peringkat Belum Jadi Jaminan. Lompatan peringkat Ease of Doing Business (EoDB) Indonesia hingga ke level 72 pada tahun ini belum sepenuhnya dipercaya mampu memuluskan pertumbuhan investasi di dalam negeri. (Bisnis Indonesia)

Jepang Minta Peran Swasta Diperbesar. Pemerintah Jepang berambisi menguasai 49% saham pada perusahaan yang menjadi operator Pelabuhan Patimban. (Bisnis Indonesia)

Rokok Elektrik Dikenai Tarif Tinggi.Direktorat Jenderal Bea Cukai menetapkan cukai rokok eletrik sebesar 57% dari harga jual eceran. (Bisnis Indonesia)

Daftar Barang Kena Cukai Makin Banyak. Daftar barang kena cukai tahun depan, bakal tambah panjang! Tak hanya mengutip cukai dari penggunaan bungkus plastik atau kresek serta menaikkan cukai rokok, pemerintah memastikan akan mengenakan cukai untuk cairan rokok elektronik (vape) serta menaikkan cukai untuk minuman beralkohol di 2018. (Kontan)

Inflasi Pangan Akhir Tahun Lebih Tinggi. Menjelang tutup tahun, Badan Pusat Statistik (BPS) mewanti-wanti adanya potensi inflasi pada bahan pangan. Mengingat, tanda-tanda kenaikan harga pangan terutama gabah maupun beras sudah terlihat sejak Oktober 2017. Diperkirakan, harga bahan pokok tersebut akan terus meningkat sampai akhir tahun mengingat pasokan yang mulai berkurang seiring berakhirnya masa panen. (Kontan)

Emiten Kakap Terus Memupuk Kapitalisasi. Pasar saham domestik bergerak dalam tren bullish. Lihat saja, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) belum bosan menyentuh rekor baru. Pada Rabu (1/11), IHSG memecahkan rekor setelah ditutup di posisi 6.038,15. Sedangkan kemarin, indeks saham sempat menyentuh level tertinggi di 6.082,23, meski akhirnya ditutup melemah 0,12% ke level 6.031,11. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top