Australia Desak Indonesia Finalisasi CEPA Akhir 2017

Presiden Joko Widodo diminta untuk segera mempercepat penyelesian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia--Australia.
Rio Sandy Pradana | 11 November 2017 23:45 WIB
Menteri PPN/Kepala Bappenas Bambang Brodjonegoro (kiri) bersama Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Pertanian dan Sumber Daya Air Australia Barnaby Joyce, menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) tentang kerja sama perencanaan pembangunan dalam bidang Sumber Daya Air dan Pertanian, di Perth, Australia, Jumat waktu setempat (22/9). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo diminta untuk segera mempercepat penyelesian Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) Indonesia--Australia.

Laman Sekretariat Kabinet melaporkan, Perdanaa Menteri Australia Turnbull berharap perundingan tersebut bisa selesai akhir 2017.

"Sekarang ini sudah pertemuan yang ke-10, dan harapannya adalah pertemuan terakhir di Jakarta ini semuanya bisa difinalisasikan," kata Pramono dalam keterangan resmi, Sabtu (11/11/2017).
Australia merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia. Kementerian Perdagangan mencatat total perdagangan Indonesia dengan Australia pada 2016 senilai US$8,45 miliar.

Ekspor Indonesia tercatat senilai US$3,19 miliar dan nilai impor tercatat US$5,26 miliar. Komoditas nonmigas masih menjadi andalan kedua negara dengan total perdagangan senilai US$7,18 miliar sepanjang tahun lalu, sedangkan migas hanya US$1,27 miliar.

Seperti diketahui, peluncuran perundingan tersebut dilakukan pada 2 November 2010. Proses sempat terhenti pada 2011—2015 sehingga dilakukan reaktivasi pada Maret 2016.

Tag : cepa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top