EKONOMI JEPANG: PDB Tumbuh 1,4% Pada Kuartal III

Perekonomian Jepang tumbuh untuk kuartal ketujuh berturut-turut, ekspansi terpanjang sejak 2001, saat pulihnya ekspor dan peningkatan investasi bisnis mengimbangi penurunan pada belanja konsumen.
Renat Sofie Andriani | 15 November 2017 08:46 WIB
Indeks Bursa Jepang - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perekonomian Jepang tumbuh untuk kuartal ketujuh berturut-turut, ekspansi terpanjang sejak 2001, saat pulihnya ekspor dan peningkatan investasi bisnis mengimbangi penurunan pada belanja konsumen.

Berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang, produk domestik bruto (PDB) meningkat 1,4% pada kuartal ketiga dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

Pencapaian ini lebih rendah dari perkiraan median ekonom untuk kenaikan sebesar 1,5% serta revisi angka pertumbuhan pada kuartal kedua sebesar 2,6%.

Ekspor bersih berkontribusi 0,5 poin persentase terhadap PDB. Belanja bisnis naik 0,2% dibandingkan dengan kuartal sebelumnya, sedangkan konsumsi swasta turun 0,5% pada kuartal ketiga dibandingkan dengan tiga bulan sebelumnya.

Dalam sebuah konferensi pers setelah rilis tersebut, Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi mengatakan bahwa faktor sementara seperti topan dan hujan lebat membebani belanja di restoran dan konsumsi swasta lainnya. Angka PDB nominal telah meningkat menuju rekornya dan pemulihan secara bertahap diperkirakan akan berlanjut.

Perekonomian negeri sakura terus berekspansi di atas tingkat pertumbuhan potensialnya (0,5%-1%), ditopang stimulus fiskal yang dilancarkan lebih dari empat tahun di bawah Perdana Menteri Shinzo Abe dan pelonggaran moneter yang masif oleh Bank of Japan (BOJ).

Meski demikian, angka inflasi tetap rendah. Para ekonom mencermati tanda-tanda bahwa pasar tenaga kerja yang paling ketat dalam beberapa dasawarsa mulai membawa kenaikan upah yang dibutuhkan serta mempercepat kenaikan harga konsumen.

Sementara itu, permintaan eksternal dalam bentuk ekspor memainkan peran kunci untuk pertumbuhan.

“Konsumsi swasta turun karena cuaca buruk. Kondisi siklus tidak buruk bagi perekonomian dan saya mengharapkan rebound terhadap pertumbuhan secara keseluruhan pada kuartal keempat,” kata Nobuyasu Atago, kepala ekonom di Okasan Securities Co. yang juga mantan pejabat BOJ.

Adapun menurut Masaki Kuwahara, ekonom senior di Nomura Securities, perekonomian Amerika Serikat (AS) yang terlihat berjalan baik dapat menopang berlanjutnya performa permintaan luar negeri yang cukup baik.

Tag : ekonomi jepang
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top