Pemerintah Diingatkan Perhatikan Nasib Koperasi dan Lembaga Keuangan Mikro

Pemerintah diingatkan untuk memperhatikan keberlanjutan usaha pembiayaan usaha mikro seperti Koperasi, Lembaga Keuangan Mikro dan Bank Perkreditan Rakyat, seiring masuknya perbankan besar dan intervensi langsung pemerintah pada segmen ini.
Anggara Pernando | 16 November 2017 06:32 WIB
Kasir Bank Perkreditan Rakyat (BPR) menghitung uang rupiah. - Bisnis.com

Bisnis.com, SEMARANG – Pemerintah diingatkan untuk memperhatikan keberlanjutan usaha pembiayaan usaha mikro seperti koperasi, lembaga keuangan mikro dan bank perkreditan rakyat, seiring masuknya perbankan besar dan intervensi langsung pemerintah pada segmen ini.

Direktur Eksekutif Center of Reform on Economic (Core) Hendri Saparini mengatakan saat ini fokus untuk meningkatkan keuangan inklusif telah mendorong semakin banyak lembaga keuangan yang masuk ke segmen terbawah. Langkah intervensi ini juga dilakukan oleh pemerintah dengan berbagai program intervensi.

Akan tetapi, kata Hendri, belum ada strategi membuat eksisting player terutama bagi koperasi hingga bank perkreditan rakyat (BPR) yang sebelumnya bergerak di segmen ini untuk tetap bertahan. Dia mengingatkan tanpa memperhatikan eksisting player, maka akan banyak lembaga keuangan mikro yang tutup karena kalah bersaing.

“Jangan sampai kita membuat lapangan pekerjaan [denganmasuknya perbankana dan pemerintah untuk pembiayaan mikro] tapi menghilangkan pekerjaan bagi eksisting player,” kata Hendri di Semarang, Rabu (15/11/2017).

Hendri  juga mengingatkan regulator dan pemerintah perlu memperhatikan permasalahan nasib eksisting player ini, karena pembiayaan mikro ini tidak hanya dimasuki oleh perbankan akan tetapi saat ini juga bersaing dengan perusahaan teknologi berbasis keuangan.

Tag : perbankan
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top