KABAR PASAR 16 NOVEMBER: Utak-atik Kontrak Listrik, Impor Bahan Baku Mendominasi

Berita mengenai rencana peninjauan kembali kontrak jual peli pembangkit listrik serta impor bahan baku yang mendominasi menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (16/11/2017).
Aprianto Cahyo Nugroho | 16 November 2017 08:00 WIB
Petugas mengerjakan perawatan jaringan kabel listrik di Manahan, Solo, Jawa Tengah, Jumat (20/10). - ANTARA/Mohammad Ayudha

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai rencana peninjauan kembali kontrak jual peli pembangkit listrik serta impor bahan baku yang mendominasi menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Kamis (16/11/2017).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Utak-atik Kontrak Listrik. Pemerintah berencana menerapkan peninjauan kembali kontrak atau perjanjian jual beli setrum pembangkit listrik tenaga uap secara nasional. (Bisnis Indonesia)

Impor Bahan Baku Mendominasi, Industri Siap Ekspansi. Pelaku industri memanfaatkan jatah kuota impor pada akhir tahun ini dengan meningkatkan impor bahan baku yang dapat dipergunakan mereka untuk melakukan ekspansi mulai awal tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Jepang Kucurkan Dana Rp14,3 Triliun. Pemerintah me neken perjanjian pin jaman lunak dengan Badan Kerjasama Inter na sional Jepang atau JICA atas dua proyek yang ditetapkan dalam proyek prioritas Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2015—2019. (Bisnis Indonesia)

Reformasi Pajak Perlu Diperkuat. Dana Moneter Internasional (International Monetary Fund/IMF) menilai Indonesia perlu memperkuat reformasi pajak dalam mendorong pertumbuhan ekonomi jangka menengah. (Bisnis Indonesia)

7DRR Diperkirakan Stagnan. Konsensus ekonom memperkirakan Bank Indonesia kembali akan mempertahankan suku bunga, 7 Day Repo Rate (7DRR), kendati laju inflasi hingga akhir tahun ini diperkirakan cukup rendah atau berada di bawah 4%. (Bisnis Indonesia)

BI Berpeluang Menahan Suku Bunga Acuan. Kebijakan moneter Bank Indonesia (BI) diperkirakan sudah di jalur yang tepat. Dengan bunga acuan sebesar 4,25%, posisi Indonesia sudah pas jika Bank Sentral Amerika Serikat (AS) The Fed melakukan pengetatan kebijakan moneter pada akhir tahun nanti. (Kontan)

Impor Naik, Titik Bangkit Ekonomi? Ekspor impor Indonesia pada Oktober 2017 melanjutkan tren penguatan. Bahkan, nilai impor bulan lalu merupakan yang tertinggi selama dua tahun terakhir. Peningkatan impor bisa menjadi pertanda semakin cepatnya laju perekonomian nasional, mengingat sebagian besar komoditas impor adalah barang-barang kebutuhan industri dalam negeri. (Kontan)

Harga Jual Listrik Swasta Direvisi. Kepastian hukum dan jaminan kontrak di Indonesia tampaknya sulit dipegang. Itulah yang terlihat dari perintah Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terhadap PT Perusahaan Listrik Negara (PLN). (Kontan)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
IHSG, Indeks BEI

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top