Target Pajak Rp1.283,6 Triliun, Pemerintah Lakukan Identifikasi Wajib Pajak

Pemerintah terus melakukan identifikasi untuk mengejar target penerimaan pajak yang tahun ini dipatok Rp1.283,6 triliun.
Edi Suwiknyo | 17 November 2017 18:09 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kiri) disaksikan aktris Chelsea Islan membacakan surat Kartini ketika tampil pada Panggung Para Perempuan Kartini di Museum Bank Indonesia, Jakarta, Selasa (11/4) malam. - Antara/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah terus melakukan identifikasi wajib pajak untuk mengejar target penerimaan pajak yang tahun ini dipatok Rp1.283,6 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan proses identifikasi ditujukan untuk mengetahui jumlah penerimaan pajak dari hal normal misalnya dari bendahara negara.

“Kita juga identifikasi berdasarkan WP yang sudah secara reguler membayar pajak nya dan track record nya diketahui. Kita juga tahu dari PPh Orang Pribadi,” kata Sri Mulyani di Jakarta, Jumat (17/11/2017).

Hingga Oktober kemarin realisasi penerimaan pajak telah mencapai Rp858 triliun atau 66,8% dari target Anggaran Pendapaan dan Belanja Negara (APBN) Perubahan 2017 Rp1.283,6 triliun. Meski secara persentase kinerja penerimaan Ditjen Pajak lebih baik dibandingkan tahun lalu, namun dari sisi nominal angkanya lebih kecil.

Identifikasi itu sendiri mencakup beberapa aspek salah satunya data hasil pengampunan pajak. Pengampunan pajak, kata dia telah berhasil menambah data baru, dari data tersebut pemerintan bisa mengukur berapa potensi pajak yang bisa masuk ke kantong negara.

“Jadi ada yang disebut data basis, yang kita anggap adalah data baseline atau rutin. Nah di atas itu kita semua tahu bahwa indo tax ratio nya termasuk yang rendah, baselinenya rendah,” imbuhnya.

Isu kepatuhan adalah salah satu fokus tengah dikerjakan Ditjen Pajak. Pasalnya hingga akhir Oktober lalu, kepatuhan WP dari sisi pelaporan SPT cenderung stagnan apabila dibandingkan dua bulan lalu.

Sampai Oktober lalu misalnya, dari 16,6 juta WP yang wajib SPT, hanya 11,7 juta atau masih 70,73%yang telah menyampaikan kewajibannya. Kendati Ditjen Pajak mengklaim, realisasi kepartuhan itu mencapai 94,31% dari target pelaporan yang hanya 75% dari 16,6 juta WP, namun posisi Oktober nyaris tak bergerak dari Agustus lalu.

Kementerian Keuangan sendiri yakin apabila akhir tahun nanti akan terjadi lonjakan penerimaan. Pasalnya, prediksi pemerintah pada Desember lalu, realisasi penerimaan pada bulan Desember tersebut mencapai 14% dari total penerimaan setahun.

Adapun beberapa pengamat memperkirakan, dengan kinerja penerimaan hingga Oktober kemarin, ada dua skenario realisasi penerimaan pajak 2017. Pertama realisasi penerimaan pajak bisa mencapai Rp1.177,93 triliun atau 91,77% dan yang kedua Rp1.186,55 triliun atau 92,44% dari target.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pajak

Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top