Kenaikan Harga Komoditas & Amnesti Pajak Diandalkan Amankan Penerimaan

Pemerintah tetap optimistis kinerja anggaran hingga akhir tahun nanti tetap terjaga. Hal itu dikarenakan pergerakan harga komoditas yang terpantau naik serta kebijakan penghapusan denda bagi wajib pajak (WP) yang mengungkapkan hartanya secara sukarela akan turut mengerek kinerja penerimaan.
Edi Suwiknyo | 20 November 2017 15:15 WIB
Ilustrasi pajak - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah tetap optimistis kinerja anggaran hingga akhir tahun nanti tetap terjaga. Hal itu dikarenakan pergerakan harga komoditas yang terpantau naik serta kebijakan penghapusan denda bagi wajib pajak (WP) yang mengungkapkan hartanya secara sukarela akan turut mengerek kinerja penerimaan.

Adriyanto, Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan berharap kebijakan tersebut bisa menambah pundi-pundi pajak bagi pemerintah. Apalagi, hingga awal November lalu, penerimaan pajak masih di bawah 70%.

"Mudah-mudahan melalui sektor migas dan tambahan penerimaan dari wajib pajak bisa mencapai angka yang kami targetkan," kata Adriyanto kepada Bisnis.com, Senin (20/11/2017).

Dengan berbagai kebijakan yang bisa menopang penerimaan tersebut, pemerintah yakin defisit tetap bisa dipertahankan sesuai outlook APBN-P 2017 sebesar 2,67%.

Adapun, berdasarkan informasi yang dihimpun Bisnis.com, realisasi belanja hingga akhir bulan lalu mencapai Rp1.537 triliun atau 72,1% APBN-P 2017 sebesar Rp2.133,3 triliun, serta pendapatan negara yang diperkirakan sebesar Rp1.238 triliun atau 71,3%.

Perbandingan antara realisasi belanja dan pendapatan negara tersebut menghasilkan defisit di angka 2,2%. "Jadi tahun ini bisa lah, apalagi dengan harga minyak yang mulai membaik," imbuhnya.

Tag : pajak
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top