EKONOMI JEPANG: Ekspor Oktober Naik 14%, Surplus Perdagangan 285,4 Miliar Yen

Jepang kembali mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar dua digit untuk bulan keempat berturut-turut, sekaligus melanjutkan performa terbaik sepanjang tahun (year-to-date) sejak krisis finansial global 2008.
Renat Sofie Andriani | 20 November 2017 12:10 WIB
Bursa Jepang Topix - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Jepang kembali mencatatkan pertumbuhan ekspor sebesar dua digit untuk bulan keempat berturut-turut, sekaligus melanjutkan performa terbaik sepanjang tahun (year-to-date) sejak krisis finansial global 2008.

Berdasarkan data yang dirilis Kementerian Keuangan Jepang, ekspor negeri sakura naik 14% pada Oktober dibandingkan dengan setahun sebelumnya, lebih kecil daripada prediksi untuk kenaikan 15,7%.

Sementara itu, kinerja impor naik 18,9%, di bawah prediksi untuk kenaikan 20,2%. Dengan demikian, surplus perdagangan pada Oktober mencapai nilai 285,4 miliar yen (US$2,6 miliar), lebih rendah daripada prediksi untuk nilai sebesar 330 miliar yen.

Membaiknya permintaan global telah mendorong pertumbuhan yang kuat pada kinerja ekspor Jepang sepanjang tahun, saat produksi smartphone baru membawa permintaan untuk suku cadang dan mesin dalam beberapa bulan terakhir.

Sepanjang 10 bulan pertama tahun ini, Jepang mengekspor barang-barang senilai 64 triliun yen. Nilai tersebut adalah yang terbesar dalam periode yang sama sejak 2008.

Hal ini telah membantu menggerakkan ekonomi Jepang menuju ekspansi selama tujuh kuartal berturut-turut, sedangkan ekspektasi investor atas pertumbuhan pada laporan laba telah mendorong harga saham ke level tertingginya.

“Ekspor Jepang dalam tren peningkatan berkat pemulihan global yang solid. Saya pikir semikonduktor yang terkait dengan produksi iPhone baru menjadi salah satu penggerak utama,” ujar Norio Miyagawa, ekonom senior di Mizuho Securities, seperti dikutip dari Bloomberg, Senin (20/11/2017).

Ekspor Jepang ke Amerika Serikat (AS) naik 7,1% pada Oktober, ekspor ke Uni Eropa naik 15,8%, sedangkan ekspor ke China, mitra dagang terbesar Jepang, menanjak 26% dibandingkan dengan setahun sebelumnya.

“Kita bisa mengandalkan ekspor sebagai penggerak ekonomi Jepang dalam beberapa kuartal ke depan,” lanjut Miyagawa, seraya memproyeksikan pertumbuhan sebesar 1% hingga 1,5% pada kuartal keempat.

Sementara itu, berdasarkan data Kantor Kabinet Jepang, produk domestik bruto (PDB) meningkat 1,4% pada kuartal ketiga dibandingkan dengan periode yang sama tahun lalu.

 

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
ekonomi jepang

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top