KABAR PASAR 21 NOVEMBER: Revisi Kontrak Harga Mati, Misi Menuntaskan Target Repatriasi

Berita tentang tinjauan ulang perjanjian jual beli tenaga listrik serta target repatriasi program amnesti pajak jilid II menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Selasa (21/11/2017).
Renat Sofie Andriani | 21 November 2017 08:29 WIB
Dokumentasi pembangunan stasiun kereta commuter line di Bekasi, Jawa Barat, Kamis (14/4/2016). PT KAI membangun lima stasiun baru kereta commuter line di Bekasi yang merupakan bagian dari program double double track Manggarai-Cikarang yang terdiri atas Manggarai-Bekasi 18 km dan Bekasi-Cikarang 17 km. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang tinjauan ulang perjanjian jual beli tenaga listrik serta target repatriasi program amnesti pajak jilid II menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Selasa (21/11/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Revisi Kontrak Harga Mati. Kendati berisiko memunculkan permasalahan baru bagi pengusaha, PT Perusahaan Listrik Negara berkukuh akan meninjau ulang perjanjian jual beli tenaga listrik dengan pengembang swasta yang dinilai terlalu mahal. (Bisnis Indonesia)

Kereta Api Indonesia Kaji Opsi Sekuritisasi Aset. Setelah dua BUMN sukses melaksanakan sekuritisasi aset, korporasi transportasi milik negara PT Kereta Api Indonesia (Persero) mengkaji aksi korporasi serupa sebagai salah satu sumber pendanaan pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Kredibilitas Pemerintah Dipertaruhkan. Rencana implementasi amnesti pajak jilid II berisiko menggerus kredibilitas pemerintah meskipun upaya itu untuk menggenjot penerimaan pajak. (Bisnis Indonesia)

Misi Menuntaskan Target Repatriasi. Tak tuntas di periode pertama, pemerintah melanjutkan misi besarnya: menjaring aset repatriasi sebesar-besarnya melalui program pengampunan pajak (tax amnesty) jilid II. Maklum, realisasi repatriasi aset pada tax amnesty jilid I terbilang rendah. (Kontan)

Keamanan Terjamin, RI Jadi Target Investasi. Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal Polisi Tito Karnavian menjamin keamanan di dalam negeri, meski tahun depan akan ada penyelenggaraan 171 pilkada serentak dan jelang pemilihan presiden (Pilpres) pada 2019. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
amnesti pajak, listrik

Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top