Penerimaan Iuran BPJS TK Sulawesi-Maluku Lampaui Target Rp1,1 Triliun

Bisnis.com, MANADO - Penerimaan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku hingga Oktober 2017 telah mencapai 103% atau telah melampaui target iuran yang dipatok tahun ini sebesar Rp1,1 triliun.
Puput Ady Sukarno | 28 November 2017 21:10 WIB
Ilustrasi

Bisnis.com, MANADO - Penerimaan iuran Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku hingga Oktober 2017 telah mencapai 103% atau telah melampaui target iuran yang dipatok tahun ini sebesar Rp1,1 triliun.

Deputi Direktur BPJS Ketenagakerjaan Wilayah Sulawesi dan Maluku, Sudirman Simamora, yang membawahi delapan provinsi di wilayah Sulawesi dan Maluku tersebut berani memasang prognosa hingga Desember tahun ini mampu mencapai 110%.

"Pencapaian iuran di delapan provinsi di Sulawesi-Maluku ini hingga Oktober 2017 sudah 103%, dan prognosa kami hingga Desember tahun ini mencapai 110%. Sudah melampaui target. Padahal target yang dipasang untuk kami Rp1,1 triliun," ujarnya kepada Bisnis.com di Manado, Senin (27/11).

Sementara itu, lanjut dia, untuk realisasi penambahan jumlah tenaga kerja hingga akhir Oktober tahun ini juga sudah mencapai 91%, baik tenaga kerja baru penerima upah (PU) atau pun bukan penerima upah (BPU).

"Jadi jumlah tenaga kerja aktif kami nanti ke depan akan menjadi 1,5 juta orang, padahal targetnya 1,4 juta tenaga kerja aktif," jelasnya.

Peningkatan jumlah tenaga kerja yang menjadi peseserta BPJS TK, lantaran memang dari adanya sejumlah peserta baru maupun hasil konsolidasi tenaga kerja PU, BPU dan jasa konstruksi yang ada selama ini.

Pihaknya mengaku bangga atas kinerja para pimpinan cabang di sejumlah daerah, meskipun sudah melampauai target penerimaan, tetap bekerja ekstra keras untuk terus mendorong pemahaman akan pentingnya BPJS TK bagi masyarakat.

Salah satu yang dinilai cukup sukses memberikan konstribusi pertumbuhan di BPJS TK tingkatan wilayah tersebut adalah BPJS TK Sulawesi Utara atau Cabang Manado yang mana dikatehui memberikan kontribusi terbesar kedua setelah Makassar.

"Upaya aktif untuk menggenjot jumlah kepesertaan tenaga kerja di wilayah Sulawesi dan Maluku dapat mendengar melalui peningkatan kerjasama mitra pemerintah dan swasta," ujarnya.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
bpjs ketenagakerjaan

Editor : Anggi Oktarinda

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top