KABAR PASAR 28 NOVEMBER: Turisme Bali Terguncang, Ekspor RI Lebih Leluasa

Sejumlah berita menjadi topik utama media massa hari ini, Selasa (28/11/2017), di antaranya mengenai dampak erupsi Gunung Agung terhadap industri pariwisata serta ekspor RI ke China yang lebih leluasa.
Aprianto Cahyo Nugroho | 28 November 2017 08:06 WIB
Anggota Basarnas bersiaga di Pos Pengamatan Gunung Api Agung, Desa Rendang, Karangasem, Bali, Rabu (22/11). - ANTARA/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi topik utama media massa hari ini, Selasa (28/11/2017), di antaranya mengenai dampak erupsi Gunung Agung terhadap industri pariwisata serta ekspor RI ke China yang lebih leluasa.

Berikut ringkasan beberapa berita utama media massa hari ini:

Turisme Bali Terguncang. Sejumlah langkah antisipatif telah disiapkan untuk mengurangi dampak katastrofe erupsi Gunung Agung yang diyakini memberikan pukulan terhadap industri pariwisata di Bali dan daerah sekitar. (Bisnis Indonesia)

Ekspor RI Lebih Leluasa. Indonesia berpotensi memetik keuntungan dalam berdagang dengan China, karena akan lebih leluasa memasarkan berbagai produk konsumsi ke negara tersebut. (Bisnis Indonesia)

Ditjen Pajak & WP Beradu Cepat. Ditjen Pajak (DJP) dan Wajib Pajak (WP) terus beradu cepat seiring dengan implementasi PMK No.165/PMK.03/2017 tentang Pelaksanaan Program Pengampunan Pajak atau tax amnesty. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Segera Terbitkan Perpres. Pemerintah segera meluncurkan peraturan presiden yang mengatur tentang perencanaan pembangunan rendah karbon pada akhir tahun ini demi mencapai target pengurangan emisi rumah kaca sebesar 26% pada 2020 dan 29% pada 2030. (Bisnis Indonesia)

Penelusuran Harta WP Dipercepat. Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) klaim bekerja cepat dalam pengawasan data wajib pajak (WP) berdasarkan surat pemberitahuan tahunan (SPT) dan surat pernyataan harta (SPH) hasil amnesti pajak. Karena itu, jika ada aset yang belum tercantum di SPT dan SPH, segeralah lapor ke pajak, sebelum ditemukan lebih dahulu oleh petugas pajak. (Kontan)

Industri Manufaktur akan Kebanjiran Insentif Fiskal. Pemerintah melalui Kementerian Perindustrian berencana memberikan insentif pajak terhadap industri manufaktur sebagai penyumbang terbesar produk domestik bruto (PDB) nasional. Insentif ini diharapkan mampu mendorong sektor industri agar tumbuh lebih kencang. Mengingat, dalam 17 tahun terakhir, peranan sektor manufaktur terhadap PDB terus merosot. (Kontan)

Royalti Tambahan bagi Pertambangan. Kenaikan harga emas, tembaga, dan perak di akhir tahun ini bakal menjadi senjata pemerintah menaikkan royalti komoditas pertambangan mineral secara progresif. Ujung dari kebijakan ini adalah, negara bisa mencicipi tambahan rezeki dari kenaikan harga komoditas. (Kontan)

 

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top