Kepastian Pertemuan IMF-World Bank di Bali, Wapres Kalla: Tunggu Sampai April

Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan aktivitas erupsi Gunung Agung dapat selesai sebelum penyelenggaraan event tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali pada tahun depan.
Irene Agustine | 28 November 2017 15:21 WIB
Asap dan abu vulkanik menyembur dari kawah Gunung Agung di Pura Besakih, Karangasem, Bali, Selasa (28/11). Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi memantau terjadinya tremor menerus akibat aktifitas gunung tersebut dan abu gunung telah menyebar ke bagian barat daya dengan ketinggian hingga 3.000 meter serta merekomendasikan masyarakat untuk tidak beraktivitas dalam radius hingga 10 km dari kawah. ANTARA FOTO - Nyoman Budhiana

Bisnis.com, JAKARTA — Wakil Presiden Jusuf Kalla mengharapkan aktivitas erupsi Gunung Agung dapat selesai sebelum penyelenggaraan event tahunan International Monetary Fund (IMF)-World Bank di Bali pada tahun depan.

Kendati demikian, bila status Gunung Agung masih dirasa berbahaya, Wapres JK mengatakan kemungkinan besar tempat penyelenggaraan akan dipindah ke luar Bali.

Dia mengatakan pemerintah akan menunggu keadaan sampai Maret atau April tahun depan untuk memutuskan tempat penyelenggaraan, akankah dipindah atau tidak.

"Kalau tidak salah Maret atau April, bagaimana keadaannya.Kalau keadaanya dinilai masih berbahaya, maka mereka akan evaluasi," katanya, di Kantor Wakil Presiden, Selasa (28/11/2017).

Dia melanjutkan, "Tidak mungkin kan ada pertemuan penting dan terjadi erupsi sehingga pesawat tidak bisa masuk, pertemuan itu sulit terjadi. Tapi kita harapkan bahwa tahun depan sudah selesai."

Sebelumnya, status Gunung Agung meningkat dari Siaga (level 3) menjadi awas (level 4) terhitung mulai hari ini Senin 27 November 2017, sejak pukul 06.00 WITA. Hal tersebut berdampak pada penutupan bandara Internasional Ngurah Rai Bali.

Seperti diketahui, Bali dipilih sebagai tempat International Monetary Fund-World Bank (IMF-WB) Annual Meetings 2018 pada 8-14 Oktober 2018.

Nantinya,pertemuan tersebut akan dihadiri sedikitnya 15.000 delegasi yang terdiri dari para Menteri Keuangan, Gubernur Bank Sentral, akademisi sampai CEO lembaga keuangan dari 189 negara. 

Pertemuan tersebut diperkirakan dapat menguntungkan perekonomian Bali dengan perkiraan perputaran uang mencapai US$115 juta dari kedatangan 15.000 delegasi tersebut.

Tag : jusuf kalla, imf, world bank
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top