Ini Solusi Tren Otomatisasi di Sektor Tenaga Kerja Menurut JK

Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan memaksimalkan produktivitas tenaga kerja dengan diimbangi peningkatan skill menjadi kunci penyerapan tenaga kerja ditengah maraknya otomatisasi pada industri.
Irene Agustine | 08 Desember 2017 14:51 WIB
Seorang Tenaga Kerja Indonesia (kanan) sedang mengurus pembuatan Kartu Pekerja Indonesia-Malaysia (KPIM) di gerai KPIM dalam kegiatan Pesta Rakyat BRI di Taman Tasik Titiwangsa Kuala Lumpur, Minggu (24/9 - 2017). Bisnis/Sri Mas Sari

Bisnis.com, JAKARTA -- Wakil Presiden Jusuf Kalla menyatakan memaksimalkan produktivitas tenaga kerja dengan diimbangi peningkatan skill menjadi kunci penyerapan tenaga kerja ditengah maraknya otomatisasi pada industri.

Dia mengharapkan tenaga kerja dapat bersaing dengan meningkatkan keterampilan, seperti mengikuti pelatihan dan pendidikan vokasi. Selain itu, dia mengharapkan semakin banyak pengusaha yang bekerja sama untuk meningkatkan investasi sumber daya manusia.

"Ya harus terus dilakukan pelatihan. Supaya skill-nya naik sehingga bisa bersaing di luar negeri dengan yang sudah otomatisasi," kata Wapres usai menghadiri acara Penganugerahan Paramakarya di Kementerian Ketenagakerjaan, Jumat (8/12/2017)

Wapres meyakini bahwa upaya peningkatan produktivitas tenaga kerja tersebut dapat menjawab tantangan otomatisasi dewasa ini sekaligus lebih kompetitif bila dibandingkan dengan tenaga kerja dari negara tetangga, seperti China, Vietnam, Thailand dan Malaysia.

Dengan demikian, penyerapan tenaga kerja akan terbuka yang berdampak pada peningkatan roda perekonomian.

"Produktivitas itu adalah gabungan teknologi, cara dan tentu kesungguhan daripada pengusaha. Dan pengusaha harus dapat dukungan yang baik juga dari pemerintah, baik dari segi skill-nya, kemudahan perizinan, kemudahan untuk akses, permodalan, dan kemudahan untuk akses pasar yang baik. Itulah yang bisa meningkatkan produktivitas," jelasnya.

Dia melanjutkan, "Dan hanyalah dengan tingkat produktivitas itu dapat mengurangi ongkos, meningkatkan pendapatan. Memang banyak sekarang ini tren didunia akibat kesulitan tenaga kerja atau mahalnya tenaga kerja, cenderung untuk otomatisasi atau memakai robot. Semua itu menjadi tantangan."

Tag : tenaga kerja, Wapres JK
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top