ADB Berhasil Galang Dana Rp1 Triliun Melalui Obligasi Rupiah

Asian Development Bank (ADB) berhasil menggalang dana hingga US$1 triliun atau setara dengan US$74 juta dari kebijakan penerbitan obligasi luar negeri berdenominasi rupiah.
Yustinus Andri DP | 08 Desember 2017 19:14 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA — Asian Development Bank (ADB), sebuah institusi finansial pembangunan multilateral didedikasikan untuk mengurangi kemiskinan di Asia dan Pasifik, berhasil menggalang dana hingga Rp1 triliun atau setara dengan US$74 juta dari kebijakan penerbitan obligasi luar negeri berdenominasi rupiah.

Adapun, obligasi tersebut ditawarkan dengan kupon tetap selama 11 tahun yang akan jatuh tempo pada Desember 2028. Obligasi ini pun dijual dengan kupon setengah tahunan sebesar 6,30%. Selain itu, penerbitan obligasi tersebut menjadi yang pertama dilakukan oleh ADB, bank yang didirikan pada 1966 dengan 31 negara anggota dan kini telah berkembang menjadi 63 negara.

Obligasi adalah suatu istilah yang digunakan dalam dunia keuangan yang merupakan suatu pernyataan utang dari penerbit obligasi kepada pemegang obligasi beserta janji untuk membayar kembali pokok utang beserta kupon bunganya kelak pada saat tanggal jatuh tempo pembayaran.

“Pertumbuhan pasar obligasi mata uang lokal sangat penting bagi negara-negara berkembang di Asia. Kami berkomitmen untuk terus melanjutkan kebijakan kami ini dan kami sangat senang karena berhasil mengembangkan obligasi dalam bentuk rupiah,” kata Bendahara ADB Pierre Van Peteghem, Jumat (8/12/2017).

ADB mengatakan, obligasi tersebut  dijual dalam bentuk rupiah, tetapi  dilunasi dalam bentuk dolar AS. JP Morgan dalam hal ini ditunjuk sebagai underwritter tunggal transaksi tersebut.

"Penerbitan obligasi pertama ADB dalam mata uang Rupiah merupakan langkah penting dalam memperkuat diversifikasi instrumen pembiayaan infrastruktur serta mendorong perkembangan pasar modal Indonesia," kata Scenaider Siahaan, Direktur Strategi dan Portofolio Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Kementerian Keuangan.

Hasil obligasi tersebut akan dimobilisasi untuk mendukung pinjaman dalam bentuk mata uang lokal ADB di Indonesia. Tercatat pada tahun 2016, ADB telah menyetujui sovereign loan sebesar US$1.256 miliar dan US$470 juta dalam bentuk non-sovereign loan di Indonesia.

ADB sendiri adalah salah satu lembaga yang peminjam reguler di pasar obligasi utama internasional.  Di sisi lain, bank multinasional yang digagas oleh Jepang tersebut juga menjadi penerbit utama di negara berkembang di Asia. Secara keseluruhan, ADB telah mengumpulkan dana lebih dari US$27 miliar dari pasar modal sepanjang 2017.

Tag : Obligasi
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top