Ekuitas Naik, ASBI Siap Pasarkan Penjaminan & Unit-Linked

Asuransi Bintang berencana menjajaki pemasaran sejumlah produk dan lini bisnis baru seiring meningkatnya nilai ekuitas perusahaan.
Oktaviano DB Hana | 09 Desember 2017 12:12 WIB
Direktur PT Asuransi Bintang Tbk Jenry Cardo Manurung (dari kiri) berbincang dengan Direktur Reniwati Darmakusumah, dan Direktur Utama Hastanto Sri Margi Widodo disela-sela public expose di Jakarta, Jumat (8/12). - JIBI/Dedi Gunawan.

Bisnis.com, JAKARTA - PT Asuransi Bintang Tbk. berencana menjajaki pemasaran sejumlah produk dan lini bisnis baru seiring meningkatnya nilai ekuitas perusahaan.

Hastanto S.M. Widodo, Presiden Direktur PT Asuransi Bintang Tbk., menjelaskan pihaknya memproyeksikan pada akhir 2017 ekuitas perusahaan mampu mencapai Rp255 miliar.

Dengan demikian, sebutnya, emiten asuransi kerugian dengan kode saham ASBI ini sudah dapat menjajaki pemasaran sejumlah produk baru, seperti surety bond dan produk asuransi yang dikaitkan dengan investasi (PAYDI) atau unit-linked.

"Dengan ekuitas melampaui Rp250 miliar, ASBI memasuki babak baru untuk mulai ekspansi seperti para pemain besar di industri," ujarnya di sela-sela public expose 2017,  Jumat (8/12/2017).

Menurutnya, pengembangan pasar itu memberikan potensi bagi peningkatan kerja perusahaan. Apalagi, sebutnya, pihaknya sudah memiliki kapasitas dan tenaga ahli untuk mendukung pemasaran produk unit-linked.

"Kami sudah memiliki tenaga ahli aktuaris yang juga punya kapasitas sebagai fund manager. Ini langkah strategis untuk 2018," ujarnya.

ASBI menargetkan pertumbuhan premi bruto sebesar 29% sepanjang 2018  setelah mampu merealisasikan peningkatan kinerja yang juga cukul signifikan pada tahun ini.

Hastanto memperkirakan ASBI mampu membukukan premi bruto senilai Rp405 miliar hingga akhir 2017. Dengan proyeksi tersebut, premi bruto emiten asuransi umum ini bertumbuh sekitar 21%  dibandingkan realisasi tahun sebelumnya (year-on-year/yoy).

Pada 2016, premi bruto perseoran mencapai Rp333,04 miliar.  Hastanto menyebutkan pihaknya memperkirakan hasil underwriting dapat mencapai Rp104,4 miliar pada akhir tahun. Di sisi lain, hasil usaha diprediksi mampu mencapai Rp32,2 miliar.

"Beban usaha [diperkirakan] sebesar Rp121,9 miliar dan laba bersih sebesar Rp10,3 miliar," ungkapnya.

Adapun, hingga Oktober 2017, ASBI meraup premi bruto senilai Rp325,41 miliar atau meningkat sebesar 22,13% (yoy). Pada periode yang sama, hasil investasi perseroan bertumbuh hingga 232,9% (yoy) menjadi Rp19,9 miliar dan laba sebelum pajak ASBI tumbuh 1,35% (yoy) menjadi Rp10,5 miliar.

Tag : asuransi
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top