Fintech Ini Jamin Dana Pokok Kembali Bila Kredit Bermasalah

Peningkatan rasio kredit bermasalah masih menjadi salah satu problem bagi lembaga jasa keuangan yang menyalurkan pembiayaan.
Oktaviano DB Hana | 09 Desember 2017 16:08 WIB
Bunga Kredit. - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA - Peningkatan rasio kredit bermasalah masih menjadi salah satu problem bagi lembaga jasa keuangan yang menyalurkan pembiayaan.

Tak kecuali bagi layanan keuangan pinjam meminjam langsung berbasis teknologi atau financial technology (fintech) lending, yang hadir sebagai sarana pembiayaan alternatif dan sekaligus menjadi opsi baru bagi masyarakat untuk berinvestasi dengan imbal hasil yang cukup kompetitif.

Lantas, bagaimana bila terjadi kredit macet dalam pembiayaan fintech lending? Sejumlah strategi sebenarnya sudah disiapkan oleh masing-masing fintech lending, seperti misalnya menyertakan proteksi asuransi.

PT Mekar Investama Sampoerna, fintech lending dengan brand Mekar.id, yang mulai beroperasi pada awal tahun ini, pun sudah menyiapkan strategi agar investor (penderita) yang mendanai para peminjam (borrower) tidak merugi ketika terjadi gagal bayar.

Chief Operating Officer Mekar.id Pandu Kristy mengatakan pihaknya berfokus untuk pembiayaan pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) melalui dua produk, yakni, micro lending dan crowdfunding.

Produk pertama, dengan nilai pembiayaan mencapai kisaran Rp1 juta – Rp5 juta itu diarahkan kepada pelaku usaha mikro. Dengan tenor berkisar 3 – 12 bulan, investor dapat membiayai lebih dari satu peminjam dan mampu mendapatkan imbal hasil hingga 16% per tahun.

Produk kedua, jelas Pandu, diarahkan kepada segmen usaha kecil dan menengah dengan nilai pendanaan mulai dari Rp100 juta hingg Rp2 miliar. Dia menjelaskan produk ini diarahkan untuk pembiayaan startup yang inovatif dan mulai bertumbuh dengan skema pendanaan bagi hasil (revenue sharing) yang diestimasikan sebesar 33% efektif per tahun dan 16% flat per tahun.

Pandu mencontohkan, saat ini pihaknya tengah mendorong pendanaan bagi AKUN.biz, aplikasi pembukuan onlineuntuk UMKM. Mitra UKM potensial ini membutuhkan dana pengembangan di kisaran Rp800 juta hingga Rp1 miliar.

“Tetapi investor bisa mendanai mulai dari Rp1 juta," ungkapnya kepada Bisnis, Jumat (8/12/2017).

Pandu menambahkan hingga saat ini pihaknya memfasilitasi pembiayaan kepada hampir 9.000 UMKM yang tersebar di 12 provinsi, dari Aceh hingga Nusa Tenggara Timur. Menurutnya, perluasan layanan tersebut dimungkinkan dengan menggandeng lending partner berupa koperasi atau Bank Perkreditan Rakyat di berbagai daerah.

Selain untuk meningkatkan jangkauan, jelasnya, lending partner ini juga memudahkan proses collection dana dari para peminjam di daerah.

“Selain itu, lending partner ini menjadi penjamin bagi para investor, sebab kemungkinan paling buruk yang diterima investor adalah imbal hasilnya tidak ada, sedangkan uang pokok investasi pasti kembali.”

Tag : fintech
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top