Rasio Profitabilitas BTN Stabil di 1,7%-1,8%, Ini Alasannya

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan tren penurunan NIM dan ekspansi lembaga jasa keuangan berbasis digital (fintech) diharapkan tidak terlalu berpengaruh ke rasio profitabilitas BTN.
Ropesta Sitorus | 13 Desember 2017 16:10 WIB
Aktivitas layanan di bank BTN. - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. menyatakan tren penurunan NIM dan ekspansi lembaga jasa keuangan berbasis digital (fintech) diharapkan tidak terlalu berpengaruh ke rasio profitabilitas BTN.

Direktur Keuangan dan Treasuri BTN Iman Nugroho Soeko mengatakan BTN menargetkan rasio RoA (return on assets ratio) akhir tahun 2017 sekitar 1,6%.

Dia menjelaskan rasio RoA perseroan memang relatif rendah bila dibandingkan dengan rasio RoA perbankan secara umum maupun bank kategori BUKU III.

Mengacu pada data Otoritas Jasa Keuangan, RoA bank umum per Oktober 2017 mencapai 2,49%, sedikit naik dari posisi akhir tahun 2016 sebesar 2,23%. Adapun, realisasi RoA bank BUKU III per September di level 1,97%.

"Rasio bunga bersih BTN juga termasuk rendah di kisaran 4,5%. Hal ini karena BTN banyak menyalurkan KPR subsidi yang gross marginnya juga rendah hanya sekitar 3,6%," katanya kepada Bisnis, Selasa (12/12/2017) malam.

Iman memperkirakan rasio profitabilitas BTN tidak akan berubah signifikan pada 2018 dengan alasan margin KPR subsidi juga masih akan tetap sama untuk tahun depan.

"Selain itu, pengaruh fintech tahun depan untuk BTN belum akan banyak karena mayoritas nasabah kami saat ini masih belum technology minded. Jadi RoA BTN akan tetap ditargetkan di kisaran 1,7%-1,8%," ujarnya.

Tag : btn
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top