BPJS Ketenagakerjaan Catat Dana Kelola Rp305 triliun Hingga November 2017

BPJS Ketenagakerjaan telah mencatatkan dana kelola sebesar Rp305 triliun sampai dengan November 2017 atau melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp296,9 triliun. Dana kelolaan hingga akhir 2017 ditargetkan mencapai Rp315 Triliun Rp320 triliun.
Asteria Desi Kartika Sari | 14 Desember 2017 20:22 WIB
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto berbicara dalam IAIABC 103rd Convention di Portland, Oregon, Amerika Serikat , Senin (2/10/2017). - Dok. BPJS Ketenagekerjaan

Bisnis.com, JAKARTA -- BPJS Ketenagakerjaan  mencatatkan dana kelola  Rp305 triliun sampai dengan November 2017 atau melampaui target awal yang ditetapkan sebesar Rp296,9 triliun. Dana kelolaan hingga akhir 2017 ditargetkan mencapai Rp315 triliun — Rp320 triliun.

Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Agus Susanto mengatakan, faktor lain yang dapat mendorong pertumbuhan dana kelolaan ialah penambahan jumlah peserta. Pada 2018, jumlah peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan ditargetkan bisa meningkat sekitar 20% jika dibandingkan dengan target peserta pada tahun ini yang diperkirakan mencapai 25,2 juta peserta.

“Rencana [detail] 2018, kami belum bisa sharing karena masih dalam proses pembahasan, strategi-strategi baru mungkin nanti akan kami sampaikan selanjutnya,” katanya.

Menurutnya, potensi penambahan peserta masih sangat besar, pasalnya dari jumlah angkatan kerja di Indonesia yang mencapai 127 juta pekerja, baru 44 juta pekerja yang terdaftar sebagai peserta. Dari jumlah itu, hingga November 2017, jumlah pekerja yang terdaftar sebagai peserta aktif baru mencapai 25,4 juta peserta. Pihaknya menargetkan jumlah peserta pada 2018 bisa tumbuh 20-25% dari target tahun ini.

Untuk menambah jumlah peserta, Agus mengungkapkan pihaknya akan menyasar para pekerja muda atau generasi milenial yang belum terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan. Strategi yang digunakan untuk menyasar segmen tersebut ialah dengan mengembangkan layanan melalui sistem berbasis teknologi digital.

Untuk mengembangkan layanan digital, jelasnya, BPJS Ketenagakerjaan telah menerapkan program Penggerak Jaminan Sosial Indonesia (Perisai) dengan merekrut masyarakat sebagai agen BPJS Ketenagakerjaan. Pada tahap awal, dia mengungkapkan pihaknya telah melakukan proyek percontohan (pilot project) dengan melibatkan 27 agen.

Tag : bpjs ketenagakerjaan
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top