Meski Masuk PKPU, Intan Baruprana Finance (IBFN) Siapkan Strategi Baru

Intan Baruprana Finance (IBF) tetap menyiapkan strategi baru untuk mendongrak bisnis pada tahun depan meskipun penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sedang dilakukan.
Asteria Desi Kartika Sari
Asteria Desi Kartika Sari - Bisnis.com 16 Desember 2017  |  01:48 WIB
Meski Masuk PKPU, Intan Baruprana Finance (IBFN) Siapkan Strategi Baru
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA - PT Intan Baruprana Finance (IBF) tetap menyiapkan strategi baru untuk mendongrak bisnis pada tahun depan meskipun penundaan kewajiban pembayaran utang (PKPU) sedang dilakukan.

Direktur IBF Noel Krisnandar Yahja mengatakan selain fokus untuk menyelesaikan proposal perdamaian dengan para kreditur. Pihaknya kini juga terus menyusun rencana bisnis yang dinilai mampu memperbaiki kinerja perusahaan dengan kode saham IBFN.

Strategi yang dimaksud tersebut yaitu melakukan diversifikasi portofolio pembiayaan di segmen factoring untuk kebutuhan infrastruktur. Pasalnya pihaknya menilai infrastruktur masih akan terus berkembang.

"Faktoring sebenar sudah pernah kita jalankan, cuma akan lebih agresif nantinya setelah perdamaiaan terjadi, kami menyiapkan strukturnya, dan strategi internalnya, " kata Noel di Jakarta, Jumat (15/12/2017).

Hal senada dikatakan Investor Relations Strategist PT Intraco Penta Ferdinand Dion. Induk usaha IBF ini menyebut tren permintaan alat berat untuk sektor infrastruktur bisa lebih stabil.

"Tambang memang lagi naik namun tetap tergantung dari permintaan global, kalau infrastruktur masih sangat bagus sampai 2020," katanya.

Adapun saat ini, portofolio pembiayaan yang dimiliki IBF adalah alat berat atau heavy equitment sebesar 29,8%, machinery 27,45%, shipping 11,9%, Truck sebesar 16,37%, dan lainnya sebesar 13%.

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
multifinance

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top