Pangkas Dwelling Time, Bea Cukai Tambah Lab Pengujian & Identifikasi Barang

Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah tiga Laboratorium Bea dan Cukai di Tanjung Emas, Merak, dan Bandar Lampung sebagai laboratorium satelit dari Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) serta meresmikan mobile laboratorium.
Edi Suwiknyo | 18 Desember 2017 10:29 WIB
Direktur Jenderal Bea Cukai Heru Pambudi (keenam kanan) berfoto bersama dalam Pertemuan ke-26 Direktur Jenderal Bea Cukai ASEAN di Nusa Dua, Bali, Selasa (16/5). - Antara/Nyoman Budhiana

Bisnis.com, SEMARANG – Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menambah tiga Laboratorium Bea dan Cukai di Tanjung Emas, Merak, dan Bandar Lampung sebagai laboratorium satelit dari Balai Pengujian dan Identifikasi Barang (BPIB) serta meresmikan mobile laboratorium.

Direktur Jenderal Bea Cukai, Heru Pambudi mengatakan ketiga laboratorium satelit dan mobile laboratorium tersebut diyakini dapat mempercepat pelayanan terhadap pengujian dan identifikasi barang ekspor impor.

Percepatan pengujian tersebut bakal mendukung percepatan dwelling time sebagai program pemerintah untuk meningkatkan Logistic Performance Index Indonesia.

“Salah satu peran yang diharapkan dari BPIB adalah dapat melakukan pengujian dan identifikasi barang secara cepat, tepat dan akurat untuk memberikan kepastian penetapan tarif pos guna menetapkan besaran Bea Masuk dan Pajak Dalam Rangka Impor (PDRI),” kata Heru di Semarang, Senin (18/12/2017).

Selain berperan dalam membantu pengujian dan identifikasi barang, BPIB juga telah berperan dalam upaya penggagalan penyelundupan mulai dari narkotika hingga penggagalan ekspor ilegal mutiara budidaya laut, dan penyelundupan berlian.

“BPIB telah berperan dalam menggagalkan ekspor ilegal mutiara senilai Rp45 miliar, dan perhiasan berlian senilai Rp2 miliar,” ujar Heru.

Sementara itu, khusus untuk narkotika, BPIB juga telah berperan dalam mengidentifikasi berbagai jenis narkotika dan New Psychoactive Substance (NPS). Sepanjang tahun 2017 BPIB telah melakukan pengujian terhadap 99 jenis narkotika. Tidak ketinggalan peran laboratorium satelit BPIB yang juga telah melakukan pengujian terhadap 29 jenis narkotika.

Ke depannya, lanjut Heru untuk mengoptimalkan pemanfaatan dan menguatkan peran BPIB, otoritas kepabeanan juga akan membangun 17 laboratorium satelit tambahan yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Tidak hanya itu, dengan penambahan laboratorium satelit dan mobile laboratorium, Bea Cukai juga akan dapat memeriksa barang ekspor yang saat ini mayoritas diperiksa oleh surveyor.

“Dengan pembentukan laboratorium satelit yang direncanakan tersebar di wilayah Indonesia diharapkan dapat memenuhi kebutuhan pengguna jasa Bea Cukai akan kebutuhan pengujian laboratorium guna mendukung setiap kegiatan dalam rangka pelaksanaan tugas kepabeanan dan cukai,” pungkas Heru.

Tag : Bea Cukai
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top