Perhitungan Tak Akurat, Mardiasmo Soroti Naiknya Ganti Rugi Proyek Jalan Tol

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengimbau seluruh pihak agar dapat menjaga dan meningkatkan kualitas proses perencanaan pengadaan.
M. Richard | 18 Desember 2017 14:37 WIB
Foto udara pengerjaan proyek jalan tol Kayu Agung-Palembang-Betung (Kapal Betung) seksi II di Desa Ibul Besar I, Ogan Ilir (OI), Sumatra Selatan, Sabtu (27/5). - Antara/Nova Wahyudi

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah berharap tidak ada lagi deviasi antara rencana dan kebutuhan riil pengadaan dalam penetapan Proyek Strategis Negara (PSN).

Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo mengimbau seluruh pihak agar dapat menjaga dan meningkatkan kualitas proses perencanaan pengadaan.

"Dalam proses perencanaan anggaran kementerian teknis selaku pemilik proyek perlu segera melakukan peningkatan kualitas perencanaan kebutuhan tanah agar nominal kebutuhan tanah yang dibutuhkan semakin mencerminkan kebutuhan riil," katanya dalam acara Penandatanganan Adendum Nota Kesepahaman di Jakarta, Senin (18/12/2017).

Tahun 2016, cost of run atau biaya operasional untuk ganti uang kerugian jalan tol senilai Rp16 triliun, karena tidak mampu dicukupi oleh dana alokasi APBN tahun anggaran 2016.

Demikian juga tahun 2017, alokasi yang ada masih belum dapat memenuhi kebutuhan akibat eskalasi nilai tanah, perubahan prioritas proyek, dan penambahan proyek baru.

Walaupun demikian, Menteri Keuangan setuju mengalokasikan dana yang semula Rp13,28 triliun menjadi Rp25,28 triliun untuk pengadaan tanah jalan tol.

Persetujuan tersebut berdasarkan Surat Menteri Keuangan Nomor S.958/MK.06/2017 tanggal 20 November 2017.

Tag : jalan tol
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top