KABAR PASAR 20 DESEMBER: Rumah Murah Ada Masalah, IHSG Menuju 7.000

Berita tentang penyaluran kredit perumahan dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan serta proyeksi tren bullish IHSG pada tahun depan menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Rabu (20/12/2017).
Renat Sofie Andriani | 20 Desember 2017 08:26 WIB
Ilustrasi - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang penyaluran kredit perumahan dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan serta proyeksi tren bullish IHSG pada tahun depan menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Rabu (20/12/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Rumah Murah Ada Masalah. Penyaluran kredit perumahan dengan skema fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan atau FLPP berada dalam tren menurun selama 3 tahun terakhir. Apa saja permasalahannya? (Bisnis Indonesia)

14 Perusahaan IPO Semester I/2018. PT Bursa Efek Indonesia mengantongi 14 nama perusahaan yang diprediksi dapat melakukan initial public offering (IPO) pada semester I/2018. (Bisnis Indonesia)

Tantangan Inflasi Kian Berat. Upaya pemerintah menjaga laju inflasi rendah pada kisaran 2,5%-4,5% pada tahun depan kian berat seiring dengan kenaikan harga komoditas dunia. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Incar Duit Investor Ritel. Pemerintah mengincar lebih banyak duit investor ritel di tahun depan. Rencananya, pemerintah akan memperbesar penerbitan surat utang ritel hingga tiga kali lipat dari realisasi penerbitan surat berharga di 2017. (Kontan)

IHSG Menuju 7.000. IHSG kembali mencetak rekor baru berturut-turut ke level 6.167,7 pada perdagangan Selasa (19/12), dengan asing mulai membukukan net buy Rp156,2 miliar. Tren bullish diproyeksikan berlanjut tahun depan ditopang perbaikan kinerja emiten, sehingga mendorong indeks menuju 7.000 lebih pada 2018. (Investor Daily)

Tag : IHSG, rumah murah
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top