Pertumbuhan Ekonomi 2018 Diperkiran Naik Meski Tak Signifikan

Ditopang oleh obligasi, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan naik meski tidak signifikan.
John Andhi Oktaveri | 21 Desember 2017 01:45 WIB
Pertumbuhan - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA—Ditopang oleh obligasi, pertumbuhan ekonomi nasional diproyeksikan naik meski tidak signifikan.

Hal tersebut dikemukakan oleh Wakil Ketua Komisi XI DPR Achmad Hafisz Tohir ketika menyampaikan pendapatnya soal kondisi ekonomi nasional.

Menurutnya, kenaikan pertumbuhan ekonomi menjadi sorotan penting bagi legislator di parlemen.

“Kenaikan angka pertumbuhan memang akan terjadi pada 2018. Tapi, angka pertumbuhannya tipis, sekitar 5,1% sampai 5,2%,” ujarnya kepada wartawan. Kenaikan tersebut, katanya, tidak signifikan. Apalagi, hal tersebut ditopang oleh obligasi (utang) negara.

Pada 2017 saja pertumbuhan ekonomi  yang diperkirakan 5,2% seperti dalam APBN 2017, ternyata hanya tumbuh 5,1%.
 
“Pertumbuhan naik tapi tidak signifikan. Jika pertumbuhan tersebut dibangun tanpa utang, bagus. Akan tetapi sayangnya pertumbuhan ekonomi yang tumbuh naik tipis tersebut dibangun atas obligasi (utang) negara yang cukup besar,” ujarnya. Bahkan dia menyebutkan obligasi itu yang terbesar yang pernah dibuat selama ini,” kata Anggota F-PAN DPR itu, Rabu (20/12).
 
Ditambahkannya, pada 2018 pertumbuhan yang juga diharapkan pemerintah sebesar 5,4% itu disambut optimisme. Namun sekali lagi, ujar Hafisz, situasinya kurang mendapat dukungan global.

“Maka bisa saja meleset lagi di kisaran 5,1%-5,2% saja,” ujar politisi dari dapil Sumsel I tersebut.
 
Menurutnya, sulit bagi pemerintah mengejar proyeksi angka pertumbuhan 5,4% bila kondisi regional dan international tidak mendukung.


Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Andhika Anggoro Wening

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top