KABAR PASAR 27 DESEMBER: Catatan Ekonomi Jokowi-JK, Pasar Modal Magnet Pendanaan Lokal

Berita tentang hasil kerja pemerintahan Joko Widodo & Jusuf Kalla di bidang ekonomi serta dana yang terjaring dari pasar modal tahun ini menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Rabu (27/12/2017).
Renat Sofie Andriani
Renat Sofie Andriani - Bisnis.com 27 Desember 2017  |  08:47 WIB
KABAR PASAR 27 DESEMBER: Catatan Ekonomi Jokowi-JK, Pasar Modal Magnet Pendanaan Lokal
Siswa Sekolah Menengah Atas Santa Ursula Bumi Serpong Damai membaca koran Bisnis Indonesia saat berkunjung ke kantor redaksi Bisnis Indonesia, di Jakarta, Selasa (16/5). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang hasil kerja pemerintahan Joko Widodo & Jusuf Kalla di bidang ekonomi serta dana yang terjaring dari pasar modal tahun ini menjadi sorotan sejumlah media massa hari ini, Rabu (27/12/2017).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional hari ini:

Catatan Ekonomi Jokowi-JK. Stabilitas perekonomian nasional adalah hasil nyata dari kerja keras pemerintahan Joko Widodo & Jusuf Kalla sepanjang 2017. Dari luar negeri, ketahanan
ekonomi berpadu dengan pengelolaan anggaran yang sehat dan pembangunan infrastruktur yang menggeliat justru mendapat puji. (Bisnis Indonesia)

Gunung Agung dan Jurus OJK. Perjalanan selepas dari Bandara Ngurah Rai menuju GOR Swecapura di Klungkung, Bali lancar. Pemandangan yang sempat dihiasi bentangan laut di sekeliling cukup menghibur mata yang lelah dengan hiruk-pikuk gedung beton di Jakarta. (Bisnis Indonesia)

RI Tunggu Rekomendasi Internasional. Rencana pemerintah Indonesia untuk menyusun regulasi atau aturan baru terkait skema pemajakan ekonomi digital masih menunggu rekomendasi komunitas internasional. (Bisnis Indonesia)

Pasar Modal Magnet Pendanaan Lokal. Tahun ini, pasar modal menjadi salah satu ladang paling subur dalam menghimpun pendanaan. Setidaknya, nilai dana yang terjaring dari pasar modal tercatat yang tertinggi dalam enam tahun terakhir. (Kontan)

Pemerintah Harus Percepat Belanja 2018. Pemerintah diminta mempercepat realisasi belanja mulai awal tahun jika menginginkan pertumbuhan ekonomi 2018 mencapai target 5,4%, atau lebih tinggi dari realisasi tahun ini yang diperkirakan sebesar 5,05%. (Investor Daily)

Simak berita lainnya seputar topik artikel ini, di sini :
pasar modal, joko widodo, ekonomi indonesia

Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top
Tutup