Ini Contekan Pidato Kenegaraan Trump

Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengangkat manfaat kebijakan pemangkasan pajaknya dalam pidato kenegaraan pertamanya. Akibat kebijakan ini, sekitar 3 juta pekerja Amerika diklaim telah menerima bonus dari atasan mereka.
Renat Sofie Andriani | 31 Januari 2018 09:27 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump akan mengangkat manfaat kebijakan pemangkasan pajaknya dalam pidato kenegaraan pertamanya tahun ini. Akibat kebijakan ini, sekitar 3 juta pekerja Amerika diklaim telah menerima bonus dari atasan mereka.

“Karena kami berhasil meloloskan pemangkasan pajak, sekitar 3 juta pekerja telah mendapatkan bonus pemotongan pajak, banyak yang memberi ribuan dolar per pekerja,” kata Trump, menurut kutipan pidato yang disiapkan oleh Gedung Putih, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (31/1/2018).

“Ini adalah momen 'Amerika Baru' kita. Tidak pernah ada masa yang lebih baik lagi untuk mulai menjalani mimpi Amerika,” lanjutnya. Trump dijadwalkan akan menyampaikan pidato kenegaraannya di Washington pada Selasa malam (30/1) waktu setempat.

Beberapa pengusaha secara terbuka memberi kredit terhadap kebijakan pemangkasan pajak atas bonus yang telah mereka keluarkan untuk pekerja. Namun sebagian uang bonus tersebut mungkin juga dikeluarkan berkat pasar tenaga kerja yang ketat dan fenomena ekonomi yang kuat.

Tapi lagi-lagi, dua hal terakhir tadi juga diklaim sebagai keberhasilan pemerintahan Trump.

Direktur Dewan Ekonomi Nasional Gedung Putih, Gary Cohn, kepada Fox News sebelum pidato Trump, mengatakan angka 3 juta yang akan dikutip termasuk beberapa jenis bonus pajak, kenaikan upah, atau kenaikan pensiun yang diberikan kepada pekerja.

Pidato Trump akan memperdengarkan sejumlah subyek, termasuk infrastruktur dan imigrasi. Para undangan yang duduk di barisan khusus dalam agenda tersebut akan mencakup korban kekerasan geng dan petugas penegak hukum yang cedera dalam tugas.

“Malam ini saya mengulurkan tangan terbuka untuk bekerja dengan para anggota kedua partai, Demokrat dan Republik, untuk melindungi warga negara kita, dari setiap latar belakang, warna kulit, dan kepercayaan,” kata Trump.

Kontroversi mengenai penyelidikan terhadap dugaan kolusi tim kampanyenya dengan Rusia telah meningkat dalam beberapa hari terakhir. Pemerintahnya memutuskan untuk menghindari sanksi baru terhadap Rusia. Ada pula kabar tawaran oleh anggota Partai Kongres untuk merilis memo, yang berisikan tudingan perilaku tidak benar oleh pimpinan FBI dalam menyelidiki Presiden.

Menurut sumber terkait, Trump berencana menghindari kontroversi tersebut dalam pidatonya. Trump justru akan mencurahkan pernyataannya atas gagasan bahwa ekonomi yang membaik telah membantu seluruh warga Amerika.

Inti dari pidatonya adalah kemenangan atas kebijakan pemangkasan pajak, yang diloloskan oleh Partai Republik menjelang akhir tahun lalu, serta sebuah janji untuk melakukan tindakan keras terhadap apa yang Trump anggap sebagai perdagangan yang tidak adil.

“Amerika juga akhirnya mengubah perjalanan dalam beberapa dasawarsa dari kesepakatan perdagangan tidak adil, yang mengorbankan kemakmuran kita serta mempengaruhi perusahaan, pekerjaan, dan kekayaan negara kita,” katanya.

Gedung Putih berharap bisa memenangkan kembali pemilih yang tampaknya mulai meninggalkan Trump dan partainya menjelang pemilihan paruh waktu yang akan datang, menurut jajak pendapat.

Salah satu inti dari pidato Trump akan menjadi keputusannya untuk rencana pembangunan infrastruktur. Trump telah mengusulkan untuk mengalokasikan US$200 miliar dana federal selama lebih dari 10 tahun untuk jalan, transit, dan proyek lainnya.

Para pejabat Gedung Putih memperkirakan investasi itu akan memacu negara-negara bagian, daerah-daerah lokal, dan sektor-sektor swasta.

Di sisi lain, Gedung Putih percaya bahwa pernyataan Trump untuk perombakan imigrasi akan mendapatkan dukungan Demokrat serta menggeser perdebatan seputar ras.

Pemerintah telah menawarkan untuk memberi 1,8 juta imigran, yang tidak memiliki dokumen dan masuk ke AS saat masih kecil, jalan menuju kewarganegaraan.

Sebagai balasannya, pemerintah mengajukan pengurangan jumlah imigrasi berbasis keluarga, yang Trump sebut 'migrasi berantai', dan dana perwalian senilai US$25 miliar untuk peningkatan keamanan, termasuk pembangunan dinding di perbatasan Meksiko.

 

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top