Hari Ini, Trump Uraikan Rencana Infrastruktur Senilai US$200 Miliar

Lama dinantikan, Gedung Putih akhirnya akan mengungkapkan rincian rencana infrastruktur senilai US$200 miliar yang diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari ini (Senin, 12/2/2018) waktu setempat.
Renat Sofie Andriani | 12 Februari 2018 06:25 WIB
Presiden Amerka Serikat Donald Trump. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Lama dinantikan, Gedung Putih akhirnya akan mengungkapkan rincian rencana infrastruktur senilai US$200 miliar yang diusung pemerintahan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada hari ini (Senin, 12/2/2018) waktu setempat.

Proposal tersebut menyerukan perubahan pada proses perizinan federal, dan rencana pengeluaran akan dibayarkan dengan pemangkasan di area lain dalam anggaran.

Rencana itu mewakili menjadi pembuka atas apa yang telah menjadi perdebatan panjang dan kompleks di Kongres mengenai bagaimana cara terbaik untuk menopang infrastruktur negara.

Dilansir CNBC, bagian terbesar dari rencana infrastruktur Gedung Putih tersebut adalah usulan senilai US$100 miliar untuk negara-negara bagian dan kota, dalam bentuk dana yang disesuaikan untuk proyek-proyek infrastruktur, menurut pejabat Gedung Putih kepada awak media akhir pekan kemarin.

Pendanaan federal namun akan dibatasi sebesar 20% dari keseluruhan biaya proyek yang diberikan, sehingga setiap kota dan negara bagian harus berupaya menghimpun 80% sisa dana.

Proposal tersebut juga mencakup US$50 miliar untuk proyek-proyek infrastruktur pedesaan, yang akan didistribusikan ke negara-negara bagian dalam bentuk hibah blok, dan US$20 miliar yang akan digunakan untuk memperluas program pinjaman saat ini bagi kemitraan pemerintah dan swasta.

Pemerintah juga berencana mengalokasikan US$20 miliar untuk membiayai proyek-proyek mutakhir yang dianggap terlalu berisiko untuk memenuhi syarat mendapatkan dana tradisional, namun berpotensi menjadi transformatif jika berhasil.

Bagian utama kedua dari rencana tersebut melibatkan reformasi terhadap proses perizinan federal, yang bertujuan untuk memangkas jumlah waktu yang dibutuhkan proyek infrastruktur untuk mendapatkan persetujuan.

Berdasarkan rencana Gedung Putih, peraturan perundang-undangan lingkungan saat ini akan disederhanakan untuk mengakomodasi berbagai proyek infrastruktur.

Rincian rencana tersebut telah beredar di Washington selama berpekan-pekan. Sebelumnya, besaran dana yang diajukan kubu Republik dianggap terlalu kecil dan tidak cukup. Trump mengajukan anggaran dari pemerintah federal AS sebesar US$200 miliar selama 10 tahun ke depan.

Adapun pihak Demokrat di Kongres telah meluncurkan sebuah rencana infrastruktur alternatif dengan nilai US$1 triliun dari dana federal, atau lima kali lipat dari nilai yang diajukan pemerintahan Trump.

Selama akhir pekan, pejabat Gedung Putih menekankan bahwa banyak tujuan dalam rencana Trump mendapatkan dukungan dari kedua belah pihak. Meski demikian diakui bahwa setidaknya ada 10 komite berbeda di Kongres yang akan memiliki yurisdiksi atas satu atau lebih bagian dalam proposal tersebut.

Presiden Trump selanjutnya dijadwalkan akan memimpin pertemuan para pemimpin Demokrat maupun Republik di Gedung Putih pada hari Rabu (14/2) untuk membahas proposal infrastruktur.

Tag : Donald Trump
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top