BRI dan BTN Hapus Buku NPL Masing-Masing Rp9 Triliun dan Rp700 Miliar

PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memperkirakan nilai hapus buku kredit bermasalah pada tahun ini diperkirakan masih akan stagnan seperti tahun lalu.
Ropesta Sitorus | 12 Februari 2018 10:46 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk. memperkirakan nilai hapus buku kredit bermasalah pada tahun ini diperkirakan masih akan stagnan seperti tahun lalu.

“Proyeksi hapus buku kami sama dengan tahun lalu sebesar Rp600 miliar – Rp700 miliar,” kata Direktur Bank Tabungan Negara Nixon Napitupulu kepada Bisnis, pekan lalu.

Adapun, recovery rate Bank BTN ada di kisaran 22%-25%. Nixon menjelaskan, recovery tersebut di luar nilai bunga yang tertagih.

“Kalau pas tagihan, pokoknya masuk ke fee based income, sedangkan bunganya masuk ke pendapatan bunga. Kalau digabungkan sih [recovery rate] kasar di atas 25%. Tiap bank definisinya berbeda,” paparnya.

Secara terpisah, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. menyatakan hapus buku yang dilakukan pada 2017 mencapai Rp9 triliun. Aksi hapus buku dilakukan secara merata pada hampir semua segmen bisnis, baik UMKM, mikro dan ritel.

"Recovery-nya kurang lebih 53%. Ke depan recovery kami targetkan menjadi 60% dan kami optimistis kualitas kredit tahun ini akasn membaik dan pemulihan pinjaman yang di-write off dapat meningkat," kata Direktur Strategi Bisnis dan Keuangan Bank BRI Haru Koesmahargyo, beberapa waktu lalu.

Tag : btn, bri
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top