Penetrasi Asuransi Jiwa Rendah, Ini Kunci Pendongkraknya!

Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mengatakan peningkatan penetrasi pasar ke depan menjadi keharusan bagi pelaku industri asuransi jiwa.
Oktaviano DB Hana | 13 Februari 2018 17:15 WIB
Ilustrasi - Bisnis

Bisnis.com, JAKARTA – Efisiensi dinilai menjadi kunci bagi industri asuransi jiwa untuk memacu peningkatan penetrasi pasar. Hal itu dapat direalisasikan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM) dan teknologi informasi & komunikasi (TIK).

Hendrisman Rahim, Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI), mengatakan peningkatan penetrasi pasar ke depan menjadi keharusan bagi pelaku industri asuransi jiwa.

“Perusahaan harus bekerja dengan lebih efisien,” tegasnya di sela-sela seminar bertajuk Navigating the Changing Insurance Landscape, yang diselenggarakan oleh Swiss Re dan Indonesia Re, Selasa (13/2/2018).

Dua hal yang mesti dibangun asuransi jiwa, kata Hendrisman, adalah SDM dan TIK. Jika mampu mengefisiensikan kedua hal ini, maka industri asuransi jiwa diyakini bakal berkembang lebih baik lagi.

Hendrisman mengakui kehadiran teknologi finansial, khususnya dalam bidang asuransi adalah insurtech, tidak akan menggantikan peran penting dari SDM, terutama agen. Kondisi itu diyakininya masih akan berlaku dalam sepuluh tahun ke depan. “Paling tidak dalam 10 tahun ke depan agen masih menjadi tulang punggung.”

Pasalnya, Hendrisman mengatakan masyarakat Indonesia umumnya masih membeli produk asuransi dari orang-orang yang dekat secara emosional.

Di sisi lain, dia mengatakan pengembangan TIK akan membantu perluasan pemasaran produk asuransi hingga ke pelosok Indonesia. “Tidak mudah dan sangat mahal untuk membuka kantor cabang. Dan TIK akan memudahkan asuransi jiwa memperluas pasar,” ungkapnya.

Tag : asuransi jiwa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top