Ethis Indonesia Sasar Investor dari Institusi Pembiayaan

Fintech peer-to-peer lending berbasis syariah Ethis Indonesia bakal terus mengekspansi kerja sama dengan institusi pembiayaan.
Nindya Aldila | 13 Februari 2018 22:57 WIB
Ronald Wijaya dalam kapasitas sebagai CEO Kapital Boost berbincang dengan CEO Alami Bembi Juniar (kanan) di sela-sela penandatangan kerja sama di Jakarta, Jumat (2/2/2018). Kerja sama tersebut bertujuan menumbuhkan Fintech Syariah di Indonesia. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Fintech peer-to-peer lending berbasis syariah Ethis Indonesia bakal terus mengekspansi kerja sama dengan institusi pembiayaan. Hal itu dilakukan guna meningkatkan penyaluran pembiayaan.

Founder Ethis Indonesia Ronald Wijaya mengatakan jika dulu perusahaan hanya menyasar pasar ritel dengan nilai investasi Rp20 juta -- Rp50 juta, kini perusahaan bakal menyasar investor dari kalangan institusi pembiayaan.

“Nanti kami ingin perusahaan investasi berkolaborasi dengan publik. Misal nilai proyeknya Rp10 miliar, mungkin kami menyedot pembiayaan Rp5 miliar dari institusi, sisanya dari publik,” ujarnya kepada Bisnis, Selasa (13/2/2018).

Dengan menjaring investor dari institusi, lanjutnya, akan berdampak baik secara psikologis yakni meningkatkan kepercayaan bagi investor publik untuk berinvestasi pada proyek tersebut.

Selain itu, risiko yang ditanggung publik bisa dibagi dengan perusahaan yang memberikan pembiayaan.

Di samping dengan institusi pembiayaan, Ethis Indonesia akan terus menjalin kerja sama dengan pengembang berportofolio terpercaya.

Selain itu, perusahaan juga bakal mendukung proyek pemerintah baik perumahan maupun infrastruktur.

Hingga saat ini, sudah ada sekitar 450 investor yang menanamkan dananya ke Ethis Indonesia. Investor tersebut berasal dari sekitar 26 negara, seperti Singapura, Malaysia, Timur Tengah, Jerman, Australia, dan lainnya.

Hingga akhir Desember 2017, Ethis Indonesia mencatatkan penyaluran pembiayaan Rp60 miliar dan diprediksi melonjak hingga tiga kali lipat pada tahun ini.

Ronald menuturkan, pembiayaan modal kerja di sektor properti masih sangat cerah prospeknya, terutama di Indonesia. Hal ini menjadi daya tarik bagi investor luar negeri.

Selain dari sisi bisnis, Ronald juga melihat ada dampak sosial yang ditimbulkan dari penyaluran pembiayaan di sektor ini.

“Kebutuhan rumah subsidi kan sampai 11,4 juta unit, jadi peluangnya masih sangat luas. Kami fokus di rumah subsidi dan rumah murah karena sektor itu jauh lebih menjanjikan dibanding kelas menengah,” katanya.

Ethis Indonesia merupakan perusahaan di bawah grup Ethis Venture yang berbasis di Singapura dan Indonesia, berdiri sejak empat tahun lalu. Sejak awal, perusahaan memberikan pembiayaan ke sektor properti di Indonesia.

Hingga saat ini ada tiga platform di Indonesia yang didirikan grup tersebut, yakni Ethis Indonesia, Kapital Boost, dan Sadaqah yang semuanya berprinsip syariah.

Kendati prospeknya cemerlang, masih ada beberapa kendala yang ditemui Ethis Indonesia untuk mengembangkan bisnis P2P lending tersebut. Salah satunya terkait perizinan.

“Kalau peraturan OJK, P2P lending untuk platform peminjaman batasnya hanya Rp2 miliar. Itu sebenarnya tidak cukup,” ujarnya.

Saat ini Ethis Indonesia tengah menunggu izin registrasi dari OJK. Diperkirakan pada kuartal I tahun ini izinnya sudah bisa keluar.

Tag : pembiayaan, syariah, fintech
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top