Mandiri Tunas Finance Incar Pembiayaan Syariah Mobil Rp1,2 Triliun

Pembiayaan syariah PT Mandiri Tunas Finance tahun lalu mencapai Rp221 miliar. Di tengah pasar mobil yang stagnan, perusahaan optimistis pencapaian tahun ini naik empat kali lipat.
Nindya Aldila | 13 Februari 2018 22:59 WIB
Karyawati melayani nasabah di kantor Mandiri Tunas Finance, Jakarta, Rabu (9/8/2017). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pembiayaan syariah PT Mandiri Tunas Finance tahun lalu mencapai Rp221 miliar. Di tengah pasar mobil yang stagnan, perusahaan optimistis pencapaian tahun ini naik empat kali lipat.

Direktur Pemasaran MTF Harjanto Tjitohardjojo mengatakan memang belum ada pertumbuhan yang kentara dalam bisnisnya, mengingat produk syariah perusahaan baru meluncur tahun lalu.

"Target kami pada tahun ini mencapai Rp1,2 triliun," katanya kepada Bisnis, Selasa (13/2/2018).

Dia mengatakan, aturan down payment yang diatur dalam SEOJK NO. 48 /SEOJK.05/2016 tentang Besaran uang Muka (Down Payment/Urbun) Pembiayaan Kendaraan Bermotor untuk Pembiayaan Syariah tidak akan mengganggu bisnis pembiayaan syariahnya.

“Semua memiliki segmen sendiri-sendiri. Tidak ada persaingan antara konvensional dan syariah karena secara prinsip berbeda,” ujarnya.

Dia mengatakan bakal menggenjot penyaluran pembiayaan di sektor syariah dengan berbagai cara, misalnya angsuran ringan, memperluas cakupan pasar nasional, dan promosi pada event otomotif.

“Fokus utama kami adalah nasabah Bank Syariah Mandiri sehingga secara kualitas bisa terjaga,” ujarnya.

Selama ini, MTF telah bekerja sama dengan PT Bank Syariah Mandiri guna menawarkan produk pembiayaan kepemilikan mobil sesuai prinsip syariah atau biasa disebut dengan produk BSM OTO.

Berdasarkan data OJK, realisasi pembiayaan syariah pada tahun lalu mencapai Rp28,75 triliun atau turun sekitar 9% dibandingkan realisasi 2016 yang mencapai Rp31,37 triliun.

Tag : pembiayaan, syariah
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top