OBG: Pertumbuhan Infrastruktur dan Perdagangan Indonesia Positif

Oxford Business Group (OBG) meluncurkan laporan yang berjudul The Report: Indonesia 2018 yang membahas kesuksesan Indonesia dalam upaya meningkatkan perdagangan internasional dan memperkuat hubungan dagang. Indonesia juga diprediksi akan menandatangani sejumlah perjanjian dagang tahun depan
Mia Chitra Dinisari | 13 Februari 2018 16:09 WIB
Peluncuran laporan Improving the Business and Trade Environment 2019-2024: Challenges & Opportunities - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Oxford Business Group (OBG) meluncurkan laporan yang berjudul The Report: Indonesia 2018 yang membahas kesuksesan Indonesia dalam upaya meningkatkan perdagangan internasional dan memperkuat hubungan dagang. Indonesia juga diprediksi akan menandatangani sejumlah perjanjian dagang tahun depan.

Laporan tersebut juga menyoroti perkembangan infrastruktur dalam negeri yang terus maju berkat upaya pemerintah dalam menjalankan beberapa proyek pekerjaan umum yang cukup besar pada tahun 2015-2019.

The Report: Indonesia 2018 Berjudul “Improving the Business and Trade Environment 2019-2024: Challenges & Opportunities”, menyoroti adanya peningkatan peran sektor swasta dalam perkembangan terbaru. Berdasarkan laporan tersebut, pemerintah Indonesia juga telah memprioritaskan sejumlah proyek infrastruktur transportasi seperti pengembangan jalan raya, pelabuhan, bandara, dan rel kereta api yang juga akan menggiatkan industri konstruksi. Selain itu, upaya pemerintah dalam menyempurnakan kerangka PPP diprediksi akan membuka peluang masuknya investor asing ke Indonesia yang dapat membantu mengembangkan beragam proyek dalam negeri.

Laporan itu juga menganalisa perkembangan terbaru di beberapa kota besar di Indonesia seperti Surabaya, Yogyakarta, dan juga Makasar. Ketiga kota tersebut berkembang pesat menjadi sebuah pusat ekonomi berkat letak geografi yang strategis, peningkatan infrastruktur, serta pengembangan TIK dan pariwisata.

Selain itu, mencakup sejumlah pembahasan lain seperti upaya Indonesia meningkatkan iklim investasi untuk menggenjot eksplorasi dan produksi energi serta mempercepat pembangunan proyek hilirisasi minyak dan gas sebagai bagian dari upaya pengembangan industri dalam negeri dan merealisasikan program penigkatan daya listrik hingga 35,000 MW dalam jangka pendek-menengah.

Mereka juga menuangkan hasil wawancara dengan Presiden Joko Widodo yang mencakup panduan detil per sektor untuk para investor. Laporan ini juga merupakan hasil kontribusi dari beberapa tokoh-tokoh ternama lainnya seperti Presiden Tionghoa Xi Jinping; Perdana Menteri Belanda Mark Rutte; Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko; Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional Indonesia Bambang Brodjonegoro; dan juga Ketua Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Thomas Lembong.

Editor-in-Chief OBG Oliver Cornock mengatakan bahwa Indonesia telah berhasil masuk dalam daftar negara terbaik untuk tujuan investasi intra-ASEAN dan mampu memperkuat hubungan perdagangan bilateral dengan mitra internasional utama.

"Perdagangan Indonesia dengan Amerika dan Tionghoa mengalami peningkatan dua digit dalam beberapa tahun terakhir. Hal ini menunjukkan bahwa Indonesia memiliki peran penting dalam dunia perdagangan global. Peningkatan konsumsi masyarakat kelas menengah, pengembangan jalan raya dan hubungan maritim, serta upaya menciptakan lingkungan usaha yang kondusif diharapkan dapat membantu Indonesia meningkatkan perdagangan yang merupakan sumber utama investasi asing," ujar Oliver dalam siaran persnya.

Managing Editor untuk OBG Asia Patrick Cooke menambahkan, dalam 10 tahun keberadaan OBG di Indonesia, kami telah menemukan sebuah negara (yaitu Indonesia) yang senantiasa mampu memanfaatkan kelimpahan sumber daya alam dan pasar internal yang dinamis dalam rangka memperkuat posisinya sebagai negara dengan ekonomi terbesar di ASEAN dan menjadi salah satu tujuan investasi paling menarik untuk di Asia.

"Pemerintahan Presiden Jokowi berfokus pada investasi infrastruktur untuk menciptakan pembangunan ekonomi yang seimbang dan menggerakan pertumbuhan baru. "Selama pemerintah mampu mengupayakan kemudahan dalam berbisnis dan mengurangi hambatan dalam perdagangan, tentunya Indonesia akan menjadi sebuah tujuan investasi yang menarik untuk para investor global," ujar Patrick.

The Report: Indonesia 2018 merupakan hasil dari penelitian lapangan yang ekstensif selama enam bulan dan dilaksanakan oleh tim analis Oxford Business Group. Laporan ini meneliti tren dan perkembangan ekonomi di Indonesia, termasuk tren makroekonomi, infrastruktur, perbankan dan lainnya. The Report: Indonesia 2018 saat ini tersedia dalam bentuk cetak maupun online

Laporan ini diluncurkan dengan mengundang sejumlah VIP dan perwakilan dari sektor publik dan swasta dalam rangka mengeksplor kinerja ekonomi dalam negeri serta membahas kiat-kiat agar Indonesia tetap menjadi negara yang kompetitif dalam jangka panjang.

Acara ini dihadiri oleh sejumlah pembicara utama yang akan membahas ekonomi dan permasalahan lainnya seperti Irhoan Tanudiredja, Mitra Senior PwC Indonesia; Ben Ng, Presiden Direktur AIA Financial; dan juga Shinta Widjaja Kamdani, CEO Sintesa Group. Acara dilanjutkan dengan sebuah diskusi panel yang dimoderatori oleh Manajer Editorial OBG untuk Indonesia, Nathan Thadani.

Tag : oxford
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top