Berpenduduk Minus Muslim, Negara Ini Ingin Kembangkan Ekonomi Syariah

Ekonomi dan keuangan syariah tengah jadi primadona di sejumlah negara. Walaupun penduduknya bukan mayoritas muslim, tetapi mereka berlomba untuk mengembangkan produk berbasis syariah.
Abdul Rahman | 16 Februari 2018 16:23 WIB
Petugas memberikan penjelasan logam mulia kepada nasabah di kantor layanan gadai Mandiri Syariah Jakarta, Jumat (9/2/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Ekonomi dan keuangan syariah tengah jadi primadona di sejumlah negara. Walaupun penduduknya bukan mayoritas muslim, tetapi mereka berlomba untuk mengembangkan produk berbasis syariah.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo mengatakan sudah cukup banyak negara yang punya visi pengembangan syariah yang baik. Contohnya Australia yang ingin menjadi pemasok daging halal terbesar di dunia. Ada pula Thailand yang ingin menjadi pusat makanan halal terbesar di dunia.

"Bahkan London [Inggris] ingin jadi pusat keuangan syariah di dunia barat," katanya di Jakarta, Kamis (15/2/2018).

Melihat geliat negara-negara lain, Indonesia sebagai negara berpenduduk muslim terbesar di dunia tak mau ketinggalan. Presiden Joko Widodo telah membentuk tim dalam Komite Nasional Keuangan Syariah (KNKS) untuk membuat peta jalan ekonomi dan keuangan syariah nasional.

Komite ini dipimpin langsung oleh presiden dan wakil presiden. Anggota dewan pengarah antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Gubernur Bank Indonesia, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) dan Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Tag : syariah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top