Venezuela Luncurkan Pra-Penjualan Cryptocurrency ‘Petro’ Hari Ini, Negara Ini Menyusul?

Venezuela akan meluncurkan pra-penjualan petro, mata uang digital (cryptocurrency) negara tersebut pada hari ini waktu setempat.
Renat Sofie Andriani | 20 Februari 2018 20:15 WIB
Presiden Venezuela Nicolas Maduro - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Venezuela akan meluncurkan pra-penjualan petro, mata uang digital (cryptocurrency) negara tersebut pada hari ini waktu setempat.

Presiden Venezuela Nicolas Maduro berharap mata uang digital tersebut akan dapat membantu dalam hal transaksi keuangan serta mengatasi sanksi Barat.

Seperti diketahui, Amerika Serikat (AS) dan Uni Eropa telah memberlakukan sanksi ekonomi terhadap Venezuela atas oposisi terhadap pemerintah otokratisnya. Tahun lalu, Economist Intelligence Unit's Democracy Index men-downgrade Venezuela dari ‘hybrid regime’ menjadi ‘authoritarian regime’ karena kecenderungan yang terlihat berlanjut mengarah kediktatoran.

Token petro Venezuela akan didukung oleh cadangan minyak, gas, emas, dan berliannya, menurut pemerintah. Pihak regulator cryptocurrency negara tersebut sebelumnya menyatakan akan menarik investasi dari Qatar, Turki, dan negara-negara Timur Tengah lainnya, serta dari negara-negara Eropa dan AS.

Petro tersebut tidak akan tersedia dalam mata uang bolivar Venezuela pada awalnya. Hard currency Venezuela runtuh saat negara Amerika Selatan ini bergulat dengan hiperinflasi yang melumpuhkan.

Langkah pemerintah Caracas untuk meluncurkan pra-penjualan cryptocurrency ini telah menarik sejumlah skeptisisme. Banyak yang ragu langkah tersebut akan memberi banyak manfaat bagi ekonomi Venezuela atau rakyatnya, yang mengalami kekurangan pangan dan obat-obatan karena kontrol harga.

Francisco Toro - seorang jurnalis, ilmuwan politik, dan blogger - mengatakan bahwa Venezuela beralih ke cryptocurrency karena ‘keputusasaan’ sehubungan dengan isolasi ekonomi dari Amerika Serikat.

“Mereka telah berupaya mencari cara mengatasi ketentuan sanksi anti pencucian uang, dan cryptocurrency mungkin adalah salah satu cara untuk melakukannya,” ujar Toro, yang merupakan editor blog Caracas Chronicles, seperti dikutip CNBC, Selasa (20/2/2018).

Tapi analis lain menganggap petro adalah gagasan yang bagus dan bisa berfungsi sebagai pendahulu proyek serupa dari para pemimpin dunia lainnya, termasuk Presiden Rusia Vladimir Putin.

“Putin dan Maduro memiliki masalah yang sangat serupa,” kata Mati Greenspan, analis pasar senior di perusahaan perdagangan sosial eToro.

“Keduanya memiliki ketergantungan tinggi terhadap harga minyak mentah, yang telah agak tidak stabil dalam beberapa tahun terakhir. Keduanya memiliki isu dengan sanksi AS dan dengan dolar AS menjadi mata uang cadangan dunia,” lanjut Greenspan.

Dalam beberapa bulan terakhir muncul laporan bahwa Rusia mempertimbangkan versi digital mata uangnya sendiri. ‘Cryptorouble’ Rusia dapat digunakan sebagai sarana bagi negara tersebut untuk menghindari sanksi Barat, menurut laporan Financial Times bulan lalu.

Greenspan memuji rencana Venezuea untuk mendukung token petro dengan cadangan komoditasnya. Maduro telah mengatakan masing-masing token petro token akan dipatok dengan harga satu barel minyak Venezuela.

“Ini adalah ide bagus untuk mendukung cryptocurrency dengan komoditas keras karena dunia saat ini dibanjiri baseless money,” kata Greenspan.

“Bagaimanapun, saya percaya bahwa petro sebenarnya menargetkan investor institusi dan pemerintah lainnya. Mereka memiliki lebih banyak untuk dibelanjakan daripada sekadar miliarder cryptocurrency. Apapun yang terjadi, ini akan menjadi contoh yang hebat untuk Putin,” tambahnya.

Negara-negara yang terkena sanksi tidak sendirian dalam mempertimbangkan kemungkinan memiliki mata uang digital mereka sendiri. Sejumlah negara lain dikabarkan mempertimbangkan gagasan mata uang digital.

Swedia, misalnya, melihat kemungkinan versi digital Swedia, disebut e-krona. Penggunaan uang tunai di negara Skandinavia ini telah menurun tajam dalam beberapa tahun terakhir. Lainnya, termasuk Jepang, Singapura, dan Estonia, juga mempertimbangkan alternatif mata uang digital semacam itu.

Tag : cryptocurrency
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top