Penurunan Suku Bunga Berlanjut, Likuiditas Berisiko Mengetat

Penurunan tingkat suku bunga simpanan diprediksi masih akan berlanjut pada tahun ini sehingga berpotensi menimbulkan risiko pengetatan likuiditas.
Ropesta Sitorus | 21 Februari 2018 16:49 WIB
Petugas memeriksa uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Penurunan tingkat suku bunga simpanan diprediksi masih akan berlanjut pada tahun ini sehingga berpotensi menimbulkan risiko pengetatan likuiditas.

Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) menuturkan bunga deposito pada awal Januari 2018 mengalami penurunan, melanjutkan tren pada akhir tahun lalu.

Direktur Group Risiko Perekonomian dan Sistem Keuangan LPS, Doddy Ariefianto menuturkan rata-rata bunga deposito bank benchmark LPS mencapai 5,48% pada akhir Januari 2018, turun 4 basis poin (bps) dari posisi akhir Desember 2017.

Hal serupa terjadi pada rata-rata suku bunga minimum yang turun 2 bps ke posisi 4,71% serta rata-rata suku bunga maksimum yang terpangkas sebanyak 5 bps menjadi 6,25%.

“Tren penurunan bunga deposito saat ini diproyeksikan masih dapat berlanjut, mempertimbangkan kondisi likuiditas yang masih memadai dan penyaluran kredit yang juga masih rendah,” katanya lewat keterangan tertulis, Rabu (21/2/2018).

Meski demikian, ruang penurunan akan semakin terbatas di tengah laju inflasi serta arah kebijakan moneter yang lebih stabil. “Respons penurunan antarkelompok bank cukup berbeda, khususnya pada kelompok bank kecil, sehingga berpotensi menimbulkan risiko likuditas jika penurunan suku bunga ini terus berlangsung,” paparnya.

Tag : Suku Bunga
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top