Kredit Perbankan Pada Awal 2018 Terindikasi Masih Lesu

Sejumlah bankir menyatakan pertumbuhan kredit pada dua bulan pertama tahun 2018 masih belum meningkat signifikan, malah cenderung mengalami penurunan dibandingkan akhir 2017.
Ropesta Sitorus | 22 Februari 2018 13:21 WIB
Petugas memindahkan uang di cash center'Plaza Mandiri, Jakarta, Senin (15/5). - Antara/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah bankir menyatakan pertumbuhan kredit pada dua bulan pertama tahun 2018 masih belum meningkat signifikan. Bahkan cenderung mengalami penurunan dibandingkan akhir 2017.

Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk. Jahja Setiaatmadja menuturkan penyaluran kredit Januari–Februari belum terlalu signifikan, bahkan turun secara year to date (ytd). “Kuartal I/2018 kelihatan menurun lagi dibandingkan kuartal IV/2017 lalu,” kata Jahja kepada Bisnis.com, Rabu (21/2/2018).

Kendati begitu, Jahja enggan menyebutkan penurunan pertumbuhan kredit dimaksud, lantaran masih menunggu data realisasi pada Maret mendatang. “Sampai dengan Februari turun tapi kan belum akhir Maret, tidak tahu bagaimana akhir Maret, tidak bisa diprediksi,” tambahnya.

Dalam laporan keuangan per Desember 2017 (unaudited), total kredit dan pembiayaan yang diberikan BCA mencapai Rp467,62 triliun.

Sementara itu, PT Bank Mayapada Internasional Tbk. juga mengalami kondisi yang setali tiga uang. Presiden Direktur Bank Mayapada Haryono Tjahjarijadi mengatakan pertumbuhan kredit sudah mulai terjadi, meskipun belum terlalu besar. “Untuk kredit pada bulan Januari dan Februari ini belum tampak ada peningkatan yang berarti, namun sudah mulai,” ujarnya.

Haryono berharap kenaikan signifikan mulai terjadi pada akhir kuartal I/2018. Perseroan masih memiliki ruang yang longgar mengingat rasio loan to deposit (LDR) masih di level 85% -87%.

Bank Mayapada akan lebih fokus menyalurkan kredit dan pembiayaan untuk mengejar pertumbuhan bisnis dua digit pada tahun ini. Sesuai rencana bisnis bank (RBB) perseroan mematok pertumbuhan kredit sebesar 17%--18% hingga akhir Desember 2018.

Dengan demikian per kuartal diproyeksikan ada kenaikan rata-rata sebesar 6%. “Memang berdasarkan data-data historis, biasanya baru pada Maret ada peningkatan,” tuturnya.

Tag : perbankan
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top