Bank Muamalat Klaim Bisnis Masih Positif

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menegaskan bahwa bisnis Bank Muamalat sebagai penyedia jasa keuangan syariah dalam kondisi yang baik, saat ini proses right issue sedang dilakukan untuk menjajaki potensial investor.
Puput Ady Sukarno | 23 Februari 2018 06:18 WIB
Bank Muamalat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Bank Muamalat Indonesia Tbk (Bank Muamalat) menegaskan bahwa bisnis Bank Muamalat sebagai penyedia jasa keuangan syariah dalam kondisi yang baik, saat ini proses right issue sedang dilakukan untuk menjajaki potensial investor.  Hal tersebut mendapat dukungan dan komitmen penuh dari pemegang saham pengendali Bank Muamalat.

Achmad K. Permana, Direktur Utama Bank Muamalat menyatakan rencana penguatan permodalan Bank Muamalat juga didukung dan menjadi perhatian dari regulator.

“Alhamdulilah kondisi Bank Muamalat masih bagus dan saat ini kami sedang serius menjajaki potensial investor untuk ekspansi bisnis ke depan," ujarnya, Kamis (22/2).

Menurutnya hingga saat ini Bank Muamalat Indonesia masih dimiliki oleh pemegang saham pengendali dari Islamic Development Bank atau IDB (32,74%), Boubyan Bank, Kuwait (22,0%), Atwill Holdings Limited, Saudi Arabia (17,91) dan National Bank of Kuwait (8,45%).

Menurutnya sebagai pionir, Bank Muamalat telah membuktikan kekuatan brand dan eksistensinya dalam menjaring potensi pasarnya, walaupun dengan kondisi perusahaan maupun perekonomian secara global yang cukup menantang, namun sampai saat ini BMI tetap kokoh berdiri.

Kondisi likuiditas Bank Muamalat yang ditunjukkan oleh Financing to Deposit Ratio (FDR) masih cukup kuat yaitu sebesar 86,14%. Kondisi tersebut membaik dari tahun sebelumnya yang tercatat 96,47% akibat meningkatnya kepercayaan nasabah untuk menyimpan dananya di Bank Muamalat.

Dari sisi rasio kecukupan pemenuhan modal minimum (CAR) Bank Muamalat juga tercatat 11,58% per September 2017, angka tersebut berada di atas ketentuan yang berlaku. NPF gross tercatat pada level 4,54% dan NPF net tercatat 3,07% dimana angka ini masih berada di bawah ketentuan yang berlaku yakni 5%.

“Kami optimis kinerja Bank Muamalat akan terus membaik dan menjadi pemimpin di industri perbankan Syariah dengan strategi dan inisiatif yang telah kami tetapkan dengan didukung oleh teknologi dan sumber daya yang kompeten dan berpengalaman.” ujar Permana.

Bank Muamalat tetap menjalankan operasional bisnisnya sesuai prinsip syariah yang amanah, dukungan yang diberikan terhadap eksistensi perbankan syariah di Indonesia cukup besar dan terus berkomitmen untuk dapat memberikan pelayanan prima bagi seluruh nasabah.

Menurutnya segala informasi terkait rencana aksi korporasi, akan disampaikan dan terus diperbaharui dalam website Bank Muamalat sesuai regulasi keterbukaan informasi publik.

Tag : bank muamalat
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top