Dukung Pembiayaan Pembangunan, OJK Dorong Integrasi BPD

Otoritas Jasa Keuangan mendorong agar seluruh Bank Pembangunan Daerah mempercepat upaya penyatuan atau pengintegrasian BPD di seluruh Indonesia guna meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi, sehingga BPD lebih mampu bersaing dan meningkatkan perannya.
Ropesta Sitorus | 23 Februari 2018 06:51 WIB
Ilustrasi - asbanda.com

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan mendorong agar seluruh Bank Pembangunan Daerah mempercepat upaya penyatuan atau pengintegrasian BPD di seluruh Indonesia guna meningkatkan skala ekonomi dan efisiensi, sehingga BPD lebih mampu bersaing dan meningkatkan perannya.

Hal itu dikatakan Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso saat membuka pertemuan BPD seluruh Indonesia di Manado, Kamis (22/2/2018).

“BPD bersama Asosiasi Bank Pembangunan Daerah (Asbanda) harus segera mempercepat upaya mewujudkan BPD seluruh Indonesia yang lebih terintegrasi,” ujarnya seperti disampaikan lewat keterangan resmi.

Untuk mewujudkan upaya ini, tambah Wimboh, ada beberapa aspek perlu segera diselesaikan dalam waktu dekat. Yakni meliputi peningkatan core banking system pada beberapa BPD, penerapan switching yang melibatkan semua BPD, penuntasan Buku Pedoman Perusahaan yang terstandarisasi, peningkatan dan penyetaraan kapasitas SDM, serta pengembangan produk dan layanan keuangan yang kompetitif.

“Saya ingin BPD menjadi jawara di daerahnya masing-masing,” katanya.

OJK juga terus mendorong BPD dan industri perbankan untuk meningkatkan layanan dan produk digital, serta bersinergi dengan perusahaan fintech atau dengan memiliki lini usaha fintech.

Untuk itu, OJK mendorong BPD terus meningkatkan infrastruktur dan SDM terkait teknologi informasi agar mampu mengembangkan otomasi proses bisnis internal dan inovasi produk/layanan teknologi Keuangan di BPD.

OJK juga meminta agar BPD dapat berperan banyak dalam menyalurkan kredit produktif, khususnya di bidang infrastruktur dan Usaha Mikro Kecil Menengah.

“BPD juga harus mempunyai kemampuan untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) termasuk KUR Klaster, berkerja sama dengan BUMDES/BUMADES yang sebentar lagi akan banyak berdiri, memperluas jangkauan layanan agen-agen branchless banking (LAKU PANDAI) di berbagai daerah dan juga sebagai penyalur Bansos Non-Tunai,” katanya.

Selain itu, BPD juga harus berperan aktif dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) dalam mencari terobosan membuka akses Keuangan masyarakat di daerahnya

Dalam kesempatan itu diluncurkan tiga produk yang dihasilkan dari pelaksanaan Program Transformasi BPD, yaitu Peluncuran Logo Bersama dan Tagline BPD, Integrasi Switching, serta Buku Pedoman Perusahaan.

Perbankan daerah mencatat perbaikan kinerja sepanjang tahun 2017 lalu yang ditunjukkan lewat sejumlah indikator keuangan utama. Per akhir Desember 2017, aset BPD naik 14,2% secara year on year (yoy), ditopang kenaikan dana pihak ketiga (DPK) 17,2% (yoy) dan kredit 9,1% (yoy). Adapun, rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) yang terjaga di level 3,2% (yoy).

Tag : bpd
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top