Bahas Perubahan Lanskap Global, Bank Indonesia-IMF Gelar Konferensi Internasional

acara yang merupakan rangkaian Annual Meetings 2018 ini, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Gubernur BI Agus Martowardojo akan memberikan pidato selaku keynotes speaker.
Nicken Tari, Hadijah & Richard | 26 Februari 2018 22:58 WIB
Ilustrasi - indonesia.travel

Bisnis.com, JAKARTA - Dana Moneter Internasional (IMF) bersama dengan Bank Indonesia mengadakan konferensi internasional tingkat tinggi (High-Level International Conference) bertemakan "Models in a Changing Global Landscape" di Hotel Fairmont, Selasa (27/2/2018).

Di dalam acara yang merupakan rangkaian Annual Meetings 2018 ini, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde dan Gubernur BI Agus Martowardojo akan memberikan pidato selaku keynotes speaker.

Acara dibagi menjadi tiga sesi ini juga akan membahas mengenai perkembangan ekonomi global dan Asean.

Yang menjadi perhatian dalam diskusi panelis adalah lingkungan ekonomi global sudah menjadi tidak pasti, perkembangan ekonomi digital yang bisa meningkatkan kualitas hidup masyarakat dunia, dan diskusi bagaimana negara harus berhadapan dengan perubahan cepat dan tantangan dalam ekonomi global.

Di dalam acara ini juga akan hadir Menteri Keuangan RI Sri Mulyani, Deputi Gubernur Senior BI Mirza Adityaswara, Deputi Gubernur BI Perry Warjiyo, serta pembicara-pembicara prominent dari pimpinan Bank Sentral di kawasan Asean.

16:00 WIB

Butuh Hard & Soft Infrastruktur Agar Teknologi Jadi Kekuatan Ekonomi

Digital teknologi akan menjadi kekuatan bagi generasi muda untuk dapat lebih meningkatkan kemampuannya dan meningkatkan potensi pertumbuhan ekonomi di negara tersebut.

"Memang sebuah fakta bahwa teknologi digital dapat meningkatkan potensi produksi," kata Deputi Gubernur Banko Sentral ng Pilipinas, Diwa Guinigundo.

Namun katanya, untuk menyokong hal tersebut negara butuh untuk mengembangkan hard dan soft infrastruktur. "Dan itu memang tantangan yang harus dihadapai pemerintah dan pembuat kebijakan," katanya.

Lebih lanjut Diwa mengatakan, negara seperti Filipina dan Indonesia memiliki struktur demografi yang sama, yakni memiliki banyak generasi muda.

Namun, ketimbang melihat dari sisi keuntungannya saja, katanya, pemerintah harus lebih fokus terhadap tantangan yang diberikan. "Kita harus memberi dukungan kepada mereka dengan kesempatan kerja, pelatihan, dan pendidikan yang baik," katanya. (M. Richard)

15:40 WIB

Negara Kawasan Diyakini Mampu Tangkal Isu Suku Bunga & China

Negara-negara di Asean tetap percaya diri bahwa ekonomi di kawasan bisa bertahan menghadapi faktor eksternal, di antaranya isu kenaikan suku bunga dari beberapa bank sentral negara maju dan perkembangan China untuk stabilisasi perekonomiannya.

Jessica Chew Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia menyampaikan, bahwa pemerintah Negeri Malaysia telah berupaya dalam dua tahun ini untuk menggenjot konsumsi pasar domestik.

"Malaysia menjadi lebih percaya diri dengan arus keuangannya karena didukung oleh institusional dan investasi domestik yang kuat," katanya dalam diskusi sesi ketiga High Level International Conference di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dia pun menyampaikan bahwa Malaysia tetap terbuka terhadap kemajuan teknologi dan perkembangan ekonomi digital, "kami masih harus mengembangkan kebijakan untuk ekonomi digital tersebut."

Sementara itu, Kepala Ekonom Asean Makroekonomic Research Office (AMRO) Hoe Ee Khor menyatakan bahwa pelemahan dolar AS dalam beberapa bulan ini merupakan dampak dari meningkatnya perekonomian Zona Euro. "Pelemahan dolar AS bisa menjadi bantuan yang sangat besar [bagi region]," katanya.

Dengan banyaknya foreign direct investmen (FDI) ke negara-negara Asean, yang sebagian besar di sektor infrastruktur, Khor menambahkan, pemerintah di negara-negara region harus lebih bekerjasama. "Hal ini [meningkatnya FDI] bahkan lebih sulit bagi regulator untuk membuat kebijakan untuk kepentingan bersama di region," ujarnya.

15:12 WIB

Inflasi Filipina Dipicu Dua Hal Ini

Bisnis.com, JAKARTA -- Tekanan inflasi di Filipina lebih disebabkan oleh harga minyak dan kebijakan tax reform di Amerika.

Deputi Gubernur Banko Sentral ng Pilipinas, Diwa Guinigundo memprediksikan inflasi di Filipina akan sedikit naik dikarenakan harga minyak dan tax reform di Amerika.

Menurutnya, kenaikan harga minyak yang melebihi US$68 memberi tekanan kepada inflasi di beberapa negara Asean, termasuk Filipina. "Sedangkan perkiraan kami hanya sekitar US$65, oleh karena itu inflasi akan sedikit tertekan," jelasnya.

Selain itu, pihaknya juga memperkirakan kebijakan tax reform amerika akan memberi tekanan kepad inflasi. Namun, dirinya yakin tekanan dari tax reform Amerika hanya sementara, dan akan kembali membaik dalam jangka waktu menengah. (M. Richard)

14:14 WIB

Lagarde: Teruji Hadapi Berbagai Krisis, Indonesia Sudah Lebih Kuat

Indonesia diyakini dapat bertahan di tengah gejolak volatilitas yang bergerak di luar teritori normalnya pada tahun ini.

Managing Director IMF Christine Lagarde menilai Indonesia, layaknya negara lain, telah lebih kuat. Pasalnya, Indonesia telah melewati resesi ekonomi 1998 dan era taper tantrum.

"Indonesia berhasil bertahan menghadapi situasi yang merugikan tersebut dan menguncang tersebut," kata Lagarde selepas High Level Conference di Jakarta, Selasa (27/2).

Ke depannya, Lagarde memang melihat adanya volatilitas seperti yang telah terjadi pada beberapa minggu lalu di mana harga aset surat utang AS naik tinggi. Namun, dia yakin ekonomi global akan terbiasa dengan kondisi volatilitas tersebut.

Hal ini juga menandakan perekonomian global tumbuh lebih baik. Bagi Indonesia, Lagarde tidak melihat adanya keraguan untuk bertahan melewati kondisi tersebut.

14:09 WIB

Grab Indonesia Serap 3 Juta Tenaga Kerja

Grab telah menyerap 3 juta tenaga kerja Indonesia pada 2017, dan berkomitmen untuk menaikan target penyerapan tenaga kerja hingga 5 juta pada tahun ini.

"Tahun depan kami berharap dapat lebih tinggi lagi angka tersebut," kata Head of Grabpay, Jason Thompson, dalam High Level International Conference di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Menurutnya, hal tersebut dapat diwujudkan karena plaform Grab yang mereka miliki adalah platform yang dapat menjawab kebutuhan seluruh orang, menghubungkan seluruh orang yang memiliki kebutuhan.

"Di luar sana ada orang yang cemas ketika mengemudi, tetapi juga ada yang memiliki kebutuhan untuk mengemudi, kami hanya menyambungkannya, tetapi hal yang terpenting, pengemudi tersebut juga memiliki keluarga yang harus mereka beri makan," tuturnya.

Selain itu, dia mengeluhkan banyak sekali enterprise di luar sana yang lebih memilih untuk menetapkan harga paling tinggi untuk jasanya. "Padahal itu tidak seharusnya, saya rasa ini adalah salah satu permasalahn yang harus kita pecahkan bersama," tuturnya.

13:57 WIB

Google: Berbagai Cara Baru Hadir Berkat Internet

Head of Global Public Policy Google, Caroline Atkinson mengatakan dengan bantuan tekonologi, perusahaan tidak lagi perlu mempunyai divisi informasi teknologi yang besar di dalam perusahaannya.

"Hal tersebut merupakan keuntungaan dari perkembangan teknologi, perusahaan sudah dapat mempercayakan urusan IT mereka kepada perusahaan IT yang kecil, dan semua bisa saling mendapatkan manfaat," jelasnya.

Selain itu, teknologi juga dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pemgetahuan. "Hanya dalam platform youtube, sudah banyak sekali materi pelajaran yang bagus yang dapat diakses dengan mudah dan gratis," jelasnya.

Selain itu, katanya, masih banyak kemudahan di luar sana, yang masyarakat dapat merasakan manfaatnya dengan kemajuan teknologi. "Ini adalah cara-cara baru yang ketika kita sudah dapat mempunyai akses Internet." (M. Richard)

13:17 WIB

Bank Indonesia Dukung Ekonomi Digital

Bank Indonesia menegaskan posisinya dalam era ekonomi digital adalah pro inovasi, deregulasi dan efisiensi ekonomi.

Deputi Gubernur Senior BI, Mirza Adityaswara menuturkan pihaknya sebagai regulator dan otoritas moneter mendukung perusahaan yang mengembangkan teknologi dalam manajemennya.

Namun, dia berharap perusahaan memahami risiko dari kegiatan ekonomi digital ini, seperti pencucian uang dan risiko siber lainnya.

"Kami ingin meyakini pemain mengerti risiko dari kegiatan ekonomi digital ini," kata Mirza, Senin dalam diskusi sesi II High Level Conference (27/2).

Seperti diketahui, penerima manfaat terbesar dari ekonomi digital ini adalah masyarakat sehingga dia berharap UMKM di seluruh Indonesia juga dapat memanfaatkan perkembangan teknologi untuk mendorong daya saingnya.

13:09 WIB

Ini Tantang Para Pembuat Kebijakan & Bank Sentral di Era Digital

Tobias Adrian, Financial Counselor & Director dari Monetary and Capital Market Departemen Dana Moneter International (IMF) menyampaikan tantangan besar bagi para pembuat kebijakan, khususnya pejabat bank sentral, agar berhati-hati dalam membangun lingkungan ekonomi, sementara perkembangan teknologi digital yang bergerak cepat.

"Perlu diperhatikan di dalam membuat kebijakan, bagaimana menjadikan lingkungan itu aman bagi pelaku ekonomi secara keseluruhan," kata Adrian dalam diskusi sesi kedua, High Level International Conference oleh Bank Indonesia dan IMF di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Pasalnya, risiko besar terlihat dari mata uang digital (cryptocurrency). Sebenarnya, lanjut Adrian, fenomena mata uang digital dewasa ini sama dengan fenomena internet di era 1990-an.

"Hampir 20 tahun lalu, terjadi internet bubble. Banyak perusahaan yang melakukan IPO. Tetapi lihat kenyataannya sekarang, hanya 2 dan 3 perusahaan yang IPO itu yang bertahan. Sisanya sudah terlupakan," katanya menjelaskan.

Siklus seperti itulah yang tampaknya akan terjadi dengan mata uang digital. Meskipun, Adrian menekankan, ketidakpastian akan masa depan (dan masa depan mata uang digital) patut menjadi perhatian bagi para pembuat kebijakan. "Masalahnya kita tidak tahu bagaimana situasi di masa depan, kita hanya bisa memprediksi," tuturnya.

Oleh karena itu, Adrian menyarankan agar para pembuat kebijakan di seluruh dunia dapat membuat kebijakan yang menjamin keamanan di dalam pengembangan sistemnya.

Melihat ada banyak risiko dari area pembayaran (payment area), salah satunya mata uang digital yang volatilitasnya masih tinggi dan potensi meningkatkan aksi terorisme, Adrian menyarankan "agar kebijakan dibuat bisa menjaga kepercayaan dari masyarakat dan meyakinkan mereka bahwa mereka aman."

Begitu pula untuk bank sentral di seluruh dunia yang ingin membuatkan kebijakan khusus untuk mata uang digital, Adrian kembali mengingatkan agar bank sentral memikirkan keamanan dan jaminan yang dapat diberikan dari kebijakan yang dibuat. (Dwi Nicken Tari)

12:57 WIB

Lagarde Terpikat Sulam Tangan Karawo Gorontalo

Selepas sesi I diskusi High Level Conference, Selasa (27/2), Lagarde berkesempatan meninjau mini pameran di sekitar dalam ruang pertemuan. Dari beberapa kerajinan yang dipamerkan, Lagarde tampak terpukau dengan hasil sulam tangan kain Karawo asal Gorontalo.

11:52 WIB

BI-IMF Soroti Pertumbuhan Ekonomi, diversifikasi & Pengurangan Kemiskinan

Bank Indonesia (BI) dan International Monetary Fund (IMF) mengangkat berbagai pencapaian Indonesia dan negara-negara ASEAN lainnya dalam bidang ekonomi, khususnya dalam pertumbuhan ekonomi, diversifikasi ekonomi, dan pengurangan kemiskinan.

Dalam sambutannya, Managing Director IMF menyampaikan berbagai pencapaian positif yang telah diperoleh Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, antara lain dalam bidang ekonomi dan bidang sosial. Dari aspek regional, negara-negara ASEAN dianggap memiliki ketahanan ekonomi yang baik dan dapat menjadi contoh bagi negara-negara lainnya, antara lain dalam pelaksanaan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Namun, Lagarde juga mengingatkan bahwa di tengah pertumbuhan ekonomi ASEAN yang tengah membaik, saat ini adalah waktu yang tepat untuk melakukan pembenahan perekonomian negara, baik dari sisi moneter dan makroekonomi maupun infrastruktur.

Dalam sesi diskusi, konferensi tingkat tinggi ini membahas isu penyesuaian kerangka kebijakan negara-negara dalam menghadapi kondisi makroekonomi dan struktural terkini, dan mengembangkan strategi pertumbuhan untuk membangun ketahanan ekonomi di tengah perubahan lingkungan ekonomi global.

Dengan kehadiran pembicara internasional yang kompeten di bidangnya, konferensi juga mengupas pengalaman berbagai negara dalam mempersiapkan diri menghadapi tren global di masa mendatang. Diskusi diharapkan dapat memberi manfaat dan insight bagi seluruh peserta, yang berasal dari lembaga dan praktisi bidang ekonomi dari Indonesia maupun mancanegara.

Selain diskusi, kegiatan juga memaparkan kekayaan alam Indonesia, serta kekayaan budaya yang ditampilkan melalui pameran UMKM kerajinan Indonesia.

Konferensi ini merupakan bagian dari Voyage to Indonesia, yaitu rangkaian kegiatan untuk mempromosikan Indonesia menjelang pelaksanaan Pertemuan Tahunan IMF-World Bank Group (IMF-WBG AM) 2018 di Nusa Dua, Bali. IMF-WBG AM 2018 diperkirakan akan menghadirkan sekitar 15.000 pengunjung ke Indonesia, yang berasal dari tokoh dan praktisi bidang ekonomi, organisasi, serta media massa internasional.

Dalam pidatonya, Gubernur Bank Indonesia menyampaikan kesiapan Indonesia untuk menyelenggarakan IMF-WBG AM 2018. Gelaran IMF-WBG AM 2018 diharapkan dapat memberi pengalaman bagi seluruh peserta, tak hanya terkait pembahasan topik-topik terkini dalam diskusi, namun juga memberi pengalaman tak terlupakan dari kekayaan alam dan budaya Indonesia yang begitu beragam.

Dengan penerimaan dan antusiasme yang baik dari pengunjung internasional, Indonesia pun selangkah lebih dekat pada pelaksanaan AM 2018 yang sukses dan mampu mengangkat nama baik Indonesia di mata internasional.

11:46 WIB

Kembangkan Ekonomi Digital, Pemerintah Komitmen Bangun Infrastruktur

Ekonomi digital bukan hanya sekadar Isu yang dibicarakan, oleh pemerintah Imdonesia, tetapi Pemerintah benar-benar merespons dan menjawab kebutuhan untuk menciptakan lingkungan yang kondusif bagi perkembangan ekonomi masa depan.

"Dalam mendukung kemajuan teknologi, hal yang pertama harus dibangun adalah teknologinya, dan pemerintah Indonesia sedang berjalan ke sana," kata Sri Mulyani Indrawati.

Menurutnya, untuk menjawab kebutuhan ekonomi digital adalah dengan membangun infrastruktur komunikasinya. "Bagaimana daerah yang jauh di sana dapat merasakan keuntungan internet jika tidak ada infrastruktur untuk mengubungkan mereka dengan Internet di sana," katanya.

Oleh karena itu, penting bagi pemerintah sangat memfokuskan kerjanya dalam mebangun infrastruktur, agar seluruh daerah di Indonesia dapat terhubung. Selain itu, Indonesia mempunyai tenaga kerja lebih dari 110 juta orang, di mana 80% adalah orang-orang yang berumur di bawah 30 tahun. "Ini adalah negara yang memiliki populasi muda banyak, ini kekuatan tetapi juga merupakan tantangan bagi kami," jelasnya.

Oleh karena itu, pemerintah selalu fokus dalam reformasi dalam edukasi sehjngga mereka dapat fit dengan kebutuhan pasar. "Kami bicara tentang vocational, desain dari kurikulum dan dan mengundang expert dari luar," tegas Menkeu. (M. Richard)

11:26 WIB

Lagarde: Pemulihan Ekonomi Global Sudah Terlihat

Christine Lagarde menyayangkan beberapa potensi untuk memperbaiki perkenomian global sebelumnya telah dirusak. Saat ini, lanjutnya, akhirnya dunia dapat melihat penyembuhan dari kerusakan tersebut.

"Ada perbedaan waktu dalam dua term tersebut, tetapi sekarang kita sudah bisa melihat akan ada pemulihan perekonomian secara global," katanya.

Dengan melihat kepada negara ekonomi berkembang, Lagarde menyatakan bahwa terdapat skala pertumbuhan yang baik di sana.

"Pertumbuhan itu bagus dan lama-kelamaan bisa memicu inflasi dan meningkatkan level kesejahteraan masyarakat. Jadi, tetapi tetap harus diperhatikan lajunya," ujar Lagarde.

Dia menambahkan, saat ini pasar pekerja tengah berubah dengan banyaknya pekerja paruh waktu, pekerjaan berkembang (sustainable job), dan menurunnya jumlah serikat pekerja. Korelasinya, kata Lagarde, adalah kepada stabilitas pendapatan.

11:17 WIB

Pengembangan Ekonomi Digital Tak Sekadar Kerangka Regulasi

Ekonomi digital di Asia yang hadir dalam bentuk financial technology atau teknologi financial membutuhkan dukungan dan insentif kuat dalam pengembangannya, tidak sekadar dukungan kerangka regulasi.

Chairman Monetary of Singapore Tharman Shanmugaratnam mengungkapkan tidak seperti ekonomi tradisional, ekonomi digital melibatkan banyak orang dalam kegiatannya. Oleh karena itu, insentif dan dorongan dibutuhkan. "Saya pikir jika kita punya visi terhadap Asia ke depannya, yaitu single digital economy," kata Tharman, Selasa (27/2).

Salah satu contoh digital ekonomi yang bisa dikembangkan di Asia a.l. smart city, single payment system, digital e-commerce, Asean Single Window dan lain sebagainya. Jika hal ini dapat dikembangkan, digital ekonomi dapat mendorong UMKM untuk tumbuh lebih tinggi.

Namun di sisi lain, dia menegaskan digital ekonomi juga harus diikuti dengan pertumbuhan lapangan pekerjaan bagi masyarakat. Dengan demikian, pengembangan manusia terutama anak muda menjadi hal penting.

"Ini harus menjadi perhatian yang serius," kata Tharman. Di Singapura, pemerintah berupaya mendorong kesempatan bagi kelompok muda yang akan memasuki dunia kerja atau mereka yang sudah terjun di dalam dunia kerja agar mereka bisa berpartisipasi dalam pertumbuhan ekonomi digital. (Hadijah Alaydrus)

11:12 WIB

Kompetisi Ekonomi Dunia Dimainkan Si Kurus & Si Gemuk

Lebih lanjut Christine Lagarde menjelaskan adanya risiko dalam perkembangan digital, baik sekarang maupun untuk masa depan. "Akselerasi dalam inovasi diikuti oleh akselerasi teknologi digital yang melengkapi digital era," ujarnya.

Untuk itu, dia menggambarkan ada dua orang kurus dan orang gemuk. Penonton melihat bahwa orang gemuk lebih sejahtera dan memainkan peran yang signifikan dibandingkan yang lainnya. "Akan tetapi, si kurus ini bisa berkembang, bisa belajar untuk nanti mencapai kesuksesan dan menjadi gemuk pula," katanya.

Itulah analogi dari Lagarde menyebut negara ekonomi berkembang sebagai si kurus dan negara ekonomi maju sebagai si gemuk. "Negara-negara di region Asean terlihat sedang bangun dan menentukan hari kapan mereka akan siap menjadi seperti negara-negara maju, seperti AS," ujarnya.

Pengaruh digital berada di antara kompetisi si gemuk dan si kurus tadi, sambung Lagarde. Sebut saja fintech dan cryptocurrency telah menghampiri baik negara maju maupun negara berkembang. "Tantangannya adalah regulasi dari bank sentral untuk menghadapi kemajuan digital, seperri cryptocurrency," tambahnya.

Lagarde mengingatkan, inovator dan regulator harus bisa bersama-sama memiliki visi untuk kesejahteraan sosial bersama, "untuk membantu stabilitas, potensi inovasi dan potensi model pertumbuhan yang baru untum memberikan keseimbangan,"

Dia menambahkan bahwa IMF bersedia dan sangat terbuka untuk membantu dan memfasilitasi, tidak hanya untuk negara tertentu namun untuk semua negara di dunia.(Nicken Dwi Tari)

11:06 WIB

Sri Mulyani: Membangun Ekonomi Ibarat Lari Maraton

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengilustrasikan proses membangun ekonomi diibaratkan Anda lari meraton, bukan seperti lomba lari sprint. 

Menurutnya, dalam maraton, pelari juga harus dapat menambah kecepatan dalam setiap kilometernya. "Membangun ekonomi bukan lari sprint, tetapi maraton, tetapi kita butuh menambah kecepatan setiap kilo meternya," kata Menkeu Sri Mulyani.

Maksudnya, pemerintah terkadang membutuhkan utang mempercepat pertumbuhan ekonominya, sehingga pertumbuhannya tidak terlau tertinggal jauh. "Utang hanya counter ciclical bagi kami," jelasnya.

Di samping utang, kata Sri Mulyani, pemerintah lebih memfokuskan diri kepada perbaikan struktur birokrasi, sehingga dapat memperkuat ekonomi kami.

Lagipula saat ini kami juga dapat dibuktikan dengan pencapaian tersebut perbaikan rating utang jangka panjangnya, perbaikan EODB, dan rangking competitiveness. Selain itu, dia mengatakan pemerintah juga terus berinvestasi untik membangun infrastruktur dan pendidikan. (M. Richard)

10:58 WIB

Ketidakpastian Berasal dari Dua Hal: Politik & Pasar Keuangan

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyebutkan ketidakpastian yang akan menghampiri sektor ekonomi global berasal dari ketidakpastian politik suatu negara dan volatilitas di pasar keuangan.

"Yang tidak bisa dipastikan itu datang dari pemerintah, sementara yang tidak bisa diprediksi berasal dari volatilitas pasar keuangan yang berada di level rendah dalam beberapa tahun ke belakang," katanya dalam diskusi sesi pertama di acara High Level Conference, Towards a New Growth Model in a Changing Global Landscape, di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Dia mengingatkan bahwa setiap orang harus memperhatikan apa yang ada di permukaan. Misalnya saja, saat ini telah lebih dari 60% pekerja bekerja di bidang yang mereka minati.

"Tidak lagi mereka bekerja sesuai pengalaman ataupun latar pendidikan mereka. Tetapi mereka telah memiliki kepercayaan diri untuk melakukan apa yang mereka pikir mereka mampu," tegasnya.

Oleh karena itu, untuk mendukung inovasi yang datang dari penduduk usia muda tersebut, Lagarde kembali mengingatkan bahwa gerakan anti korupsi dalam lini transmisi digital perlu diperkuat. "Transmisi digital bisa menjadi eksposur yang baik, salah satunya sebagai usaha menangani krisis keuangan," tuturnya. (Dwi Nicken Tari)

10:49 WIB

Asia Harus Jadi Model Perekonomian Dunia

Terhadap ketidakpastian global, Chairman Monetary of Singapore Tharman Shanmugaratnam menegaskan Asia harus menjadi model perekonomian dunia.

Tharman mengungkapkan dunia tidak boleh ragu terhadap ketidakpastian, terutama menuju era keterbukaan global. "Kita harus berjalan menghindari [ketidakpastian]. Asia harus tetap terbuka melalui aksinya," tegas Tharman.

Saat ini, dia meyakini Asia memiliki pertumbuhan yang inklusif tidak hanya ekonomi, tetapi juga sosial. Dengan demikian, Asia bisa menjadi model yang baik bagi dunia. "Kita adalah wilayah yang paling damai dan progresif," tegasnya.

Pernyataan ini diungkapkan Tharman dalam diskusi sesi pertama yang bertema \'Towards a New Growth Model in a Changing Global Landscape\'. Sesi ini juga diisi oleh panelis a.l. IMF Managing Director Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Anggota dewan dari Australia Wayne Swan. (Hadijah Alaydrus)

10:40 WIB

Start-up Indonesia Diacungi Jempol, Tapi Ini Catatannya

Sehubungan dengan perkembangan teknologi dewasa ini, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde mengingatkan, riset yang dilakukan oleh McKinsey baru-baru ini menemukan bahwa lebih dari 60% pekerjaan yang dilakukan oleh pekerja saat ini akan bisa digantikan oleh teknologi otomatis.

“Sehingga, penting bagi kita untuk mempersiapkan pekerjaan masa depan. Mengatur peralihan seperti ini akan menjadi jawaban untuk membuat lapangan pekerjaan untuk semua orang,” katanya.

Di Indonesia saja, sambungnya, terdapat lebih dari 1.700 usaha rintisan di dalam ekosistem digital. "Jadi sebenarnya potensi pertumbuhan ekonomi digital adalah berada di negeri cantik ini, di Indonesia," ujarnya.

Contoh baiknya adalah Go-Jek yang telah mengubah dirinya dari aplikasi transportasi menjadi platform pembayaran mobile dan bahkan banyak servis lainnya. Lagarde mengingatkan, potensi ekonomi digital ini harus bisa menyentuh semua lini masyarakat.

“Tujuannya adalah untuk memanfaarkan revolusi digital ini sebaik mungkin, dengan meningkatkan infrastruktur digital dan membuat sistem pendidikan yang cocok untuk masa depan,” jelasnya. (Dwi Nicken Tari)

10:35 WIB

BI Yakinkan Makroekonomi & Stabilitas Keuangan Indonesia Sehat

Indonesia sebagai negara terbesar di Asean telah memberikan kontribusi yang besar kepada pertumbuhan ekonomi Asia. Hal tersebut disampaikan oleh Gubernur Agus D.W. Martowardojo dalam pidato sambutannya di High-Level International Conference, Selasa (27/2).

Gubernur Agus D.W. Martowardojo menuturkan Indonesia terus menunjukan pertumbuhan yang kuat di mana makroekonomi dan stabilitas keuangan juga memperlihatkan kondisi yang sehat.

"Perkembangan positif ini didukung oleh bauran kebijakan rinci dari sisi kebijakan moneter, fiskal dan struktural reformasi yang termasuk reformasi keuangan," kata Agus, Selasa (27/2).

Hingga tahun ini, pemerintah telah mengeluarkan 16 paket kebijakan untuk menciptakan iklim investasi, daya saing, pertumbuhan ekspor, sumber pertumbuhan baru, dan peningkatan pertumbuhan konsumsi masyarakat.

Indonesia juga telah mereformasi kebijakan subsidi energinya untuk mengefisiensikan anggaran pemerintah, serta melakukan pendalaman pasar keuangan untuk memperkuat stabilitas keuangan dalam negeri.

Dengan latar belakang tersebut, Agus menegaskan ekonomi Indonesia menujukkan pemulihan dengan performa pertumbuhan ekspor dan investasi serta belanja pemerintah yang baik.

Dari perkembangan tersebut, Indonesia membukukan pertumbuhan PDB 5,07% pada 2017. Agus mengatakan pertumbuhan ekonomi tersebut merupakan pertumbuhan tertinggi sejak 2013. (Hadijah Alaydrus)

10:31 WIB

Lagarde: Negara Regional Agar Mengenal Model Baru Pertumbuhan

Lagarde menyerukan tentang pentingnya negara-negara di regional untuk mengenal model baru pertumbuhan (new growth models), untuk menekan permintaan domestik, perdagangan regional, dan diversifikasi ekonomi.

“Poinnya adalah, analisis IMF memperlihatkan adanya kenaikan dalam ekspor suatu negara dapat berdampak signifikan untuk pertumbuhan PDB yang lebih tinggi dan menstabilkan perekonomian. Contohnya saja, kenaikan kecil dalam diversifikasi ekspor bisa mendorong pertumbuhan PDB mencapai 1%,” katanya menjelaskan.

Tidak hanya itu, sambungnya, untuk tetap bisa berkembang maka model pertumbuhan ekonomi itu juga harus lebih inklusif.

Riset yang dilakukan IMF baru-baru ini memperlihatkan bahwa keuntungan dari pertumbuhan telah disebarkan secara merata, pertumbuhannya kuat, lebih bisa dikendalikan, dan lebih elastis.

Meskipun negara-negara Aean telah lebih berada di posisi yang kuat, karena mereka menggunakan kebijakan spesifik untuk mendorong turunnya ketidaksetaraan pendapatan dalam tiga dekade terakhir, mengatur transisi demografis juga adalah bagian besar.

Maksudnya adalah, “negara dengan penduduk muda, seperti Indonesia dan Malaysia, bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat lebih banyak pekerjaan berkualitas tinggi. Sementara, Thailand an Vietnam yang penduduknya mulai menua, bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerja.” (Dwi Nicken Tari)

10:21 WIB

Lagarde: Transisi Perekonomian Sedang Berlangsung

Christine Lagarde menyoroti dunia menghadapi tantangan utama dalam perekonomian dewasa ini yakni pengelolaan ketidakpastian. Menurutnya, lonjakan volatilitas di pasar saham baru-baru ini menjadi pengingat fundamental bagi para pembuat kebijakan. "Bahwa transisi perekonomian sedang berlangsung," kata Lagarde.

“Bahkan para pembuat kebijakan di seluruh dunia, termasuk Asean, tengah bersiap-siap untuk normalisasi kebijakan moneter merekam” ujarnya.

Untuk menghadapi ketidakpastian seperti itu, Lagarde mengistilahkannya dengan memperbaiki genteng ketika matahari terik. Maksudnya adalah, pemerintah dapat memanfaatkan momen kenaikan pertumbuhan ekonomi ini untuk lebih menguatkan pola kebijakannya.

“Termasuk di dalamnya adalah usaha untuk reformasi pasar keuangan, meningkatkan hukum pekerja, dan merendahkan kesulitan untuk masuknya investasi ke dalam negeri hanya karena industri dalam negeri terlalu dilindungi,” katanya.

Memperbaiki atap, sambungnya, juga bermakna menggunakan kebijakan fiskal untuk menghasilkan revenue publik yang lebih tinggi dan meningkatkan pengeluaran (spending).

“Dengan mendorong keuangan publik, negara bisa meningkatkan investasi infrastruktur dan pengeluaran pengembangan, khususnya di bidang keamanan sosial,” katanya.

10:10 WIB

Para Delegasi IMF & Bank Indonesia Berfoto Bersama Saat Pembukaan

(kiri ke kanan): Menko Maritim Luhut Binsar Panjaitan, Direktur Pelaksana IMF Christine Lagarde, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo berfoto bersama saat pembukaan High-Level International Conference yang berlangsung 26-27 Februari 2018 ini mengambil tema New Growth Models in A Changing Global Landscape. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan menuju Annual Meeting IMF - World Bank 2018.

09:57 WIB

IMF Berharap Ekonomi Global 2018 Tumbuh 3,9%

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde menyampaikan bahwa akhirnya kita melihat peningkatan perekonomian, termasuk dalam tiga kuartal dalam dunia ekonomi. IMF berharap pertumbuhan ekonomi global bisa naik ke level 3,9% untuk tahun ini dan tahun depan.

Hal tersebut merupakan berita yang baik pula bagi Indonesia, sambungnya, yang diproyeksikan akan mencapai level pertumbuhan ekonomi di 5,3% pada tahun ini dan akan terus meningkat secara gradual dalam jangka menengah.

“Indonesia bisa berbangga dengan pencapaian tersebut. Setelah lebih dari dua dekade, level kemiskinan telah turun hampir 40%, tingkat ekspektasi hidup naik lebih dari 6%, dan jumlah masyarakat yang masuk ke pendidikan tingkat ketiga juga meningkat 250%,” puji Lagarde.

Meskipun begitu, Lagarde mengingatkan bahwa lansekap perekonomian tengah berubah di tengah stabilitas saat ini.

Lihat saja, tambahnya, lonjakan volatilitas di pasar keuangan, risiko peningkatan perselisihan perdagangan, dan dampak dari semakin lajunya perkembangan teknologi seperti digitalisasi, robotik, dan pendidikan artifisial. “Untuk itu, negara-negara Asean dapat melewati kesulitan tersebut dengan menyeselasikan tiga tantangan utama,” tuturnya. (Dwi Nicken Tari)

09:54 WIB

Agus Marto Pastikan Inflasi Indonesia Terjaga

Selain menyoroti perkembangan Asia, Gubernur Bank Indonesia Agus D.W. Martowardojo juga menyampaikan perkembangan ekonomi yang telah dicapai Indonesia sepanjang 2017. Salah satu perkembangan yang disoroti adalah upaya pemerintah menjaga inflasi.

Agus mengungkapkan pemerintah telah berhasil menjaga volatile food atau harga pangan bergejolak yang selama ini menjadi penyumbang inflasi.

"Sepanjang 2017, inflasi volatile food mencapai 0,71%. Ini merupakan angka terendah dalam 14 tahun terakhir," kata Agus, Selasa (27/2).

Menurutnya, hal ini berhasil dicapai dengan pengelolaan pasokan bahan pangan dan upaya memperbaiki distribusi makanan di Indonesia.

High-Level International Conference yang berlangsung 26-27 Februari 2018 ini mengambil tema New Growth Models in A Changing Global Landscape. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan menuju Annual Meeting IMF - World Bank 2018.

09:32 WIB

Lagarde Puji Indonesia

Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde membuka pidatonya dengan salam berbahasa Indonesia, “selamat pagi”.

Dia memuji Indonesia sebagai sebuah negara yang telah banyak berubah selama beberapa dekade terakhir lewat kebijakan ekonomi yang baik dan memanfaatkan kecerdasan dari keberagaman masyarakatnya.

Kunjungan Lagarde ke Indonesia pada beberapa waktu ke depan ini merupakan bagian dari rencananya untuk lebih mengenal Indonesia. Seperti diketahui, pada Oktober nanti IMF bersama Bank Indonesia akan menyelenggarakan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali.

“pertemuan ini termasuk pertemuan dengan masyarakat sipil, perempuan, pelajar, dll. Begitu juga [kami] akan mengunjungi Bali dan Candi Borobudur,” katanya dalam pidatonya di IMF-Bank Indonesia Conference: New Growth Models in a Changing Global Landscape, di Hotel Fairmont, Jakarta, Selasa (27/2).

Lagarde juga memuji bahwa Indonesia bersama Asean telah sukses dalam membuat membuat kelas menengah bersemangat, membuka pintu bagi standar kehidupan yang lebih baik bagi jutaan jiwa penduduk.

“Dengan menghasilkan pertumbuhan yang kuat dalam dua dekade terakhir, mereka [Indonesia dan Asean] telah menjadi juru kemudi bagi ekonomi global,” katanya.

Dia pun mengimbau bahwa dunia bisa belajar banyak dari region ini, ang menamakan dirinya “jalan Asean” untuk berjalan melewati batas. Bahwa kesuksesan yang ada di region sekarang ini bukanlah terjadi begitu saja, melainkan dari implementasi kebijakan yang kuat, belajar dari masa lalu, dan bergerak menyongsong perubahan dan keterbukaan.

“Dalam hal ini, menurut saya, sangat bagus tertangkap oleh kosakata bahasa Indonesia, gotong royong. Bekerja bersama untuk mendapatkan tujuan yang sama,” tuturnya.

Semangat gotong royong itulah, lanjut Lagarde, yang juga ada di dalam jiwa IMF. IMF, sambungnya, bekerjasama dengan anggotanya di berbagai belahan dunia untuk mendapatkan tujuan yang sama yakni membangun ekonomi yang cocok untuk masa depan.

09:26 WIB

Gubernur BI Soroti Perkembangan Ekonomi Asia

Gubernur Agus D.W. Martowardojo dalam sambutan High-Level International Conference, Selasa (27/2), menyoroti pekembangan ekonomi Asia yang tumbuh menguat pasca krisis keuangan 1998.

Menurut Agus, Asia telah menunjukkan pertumbuhan progresif dimana nilai PDB Asia telah mencapai US$2,4 triliun saat ini.

"Ini saatnya Asia menunjukkan kepada dunia," ungkap Agus dalam sambutannya, Selasa (27/2). Perkembangan ekonomi yang baik ditunjukkan oleh hampir semua negara di regional ini. Untuk menjadi pemain utama dalam ekonomi dunia, Asia telah memiliki sumber daya alam dan manusia yang menunjang.

Tidak hanya kondisi ekonomi yang kuat, Agus menegaskan Asia memiliki kondisi ekonomi yang kondusif.

High-Level International Conference yang berlangsung 26-27 Februari 2018 ini mengambil tema New Growth Models in A Changing Global Landscape. Acara ini merupakan bagian dari kegiatan menuju Annual Meeting IMF - World Bank 2018. (Hadijah Alaydrus)

Tag : bank indonesia, imf
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top