Direktur IMF: Indonesia Punya Potensi Ekonomi Digital yang Besar

Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital yang besar, sehingga mestinya bisa memberikan lapangan kerja yang luas.
Dwi Nicken Tari, Hadijah Alaydrus & M. Richard | 27 Februari 2018 10:59 WIB
Direktur Pelaksana Dana Moneter Internasional (IMF) Christine Lagarde memberikan sambutan saat acara High Level International Conference, di Jakarta, Selasa (27/2). Acara tersebut merupakan rangkaian Annual Meetings 2018 dengan tema New Growth Models in a Changing Global Landscape. - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Indonesia dinilai memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital yang besar, sehingga mestinya bisa memberikan lapangan kerja yang luas.

Managing Director IMF Christine Lagarde menyatakan berdasarkan riset yang dilakukan McKinsey baru-baru ini, lebih dari 60% pekerjaan yang dilakukan pekerja sekarang akan dapat digantikan oleh teknologi otomatis di masa depan. Dengan demikian, penting untuk melakukan persiapan pekerjaan masa depan.

Di Indonesia saja, sebutnya, terdapat lebih dari 1.700 usaha rintisan yang bergerak di dalam ekosistem digital.

"Jadi, sebenarnya potensi pertumbuhan ekonomi digital berada di negeri yang cantik ini, di Indonesia," ujar Lagarde dalam High-Level International Conference yang bertema New Growth Models in A Changing Global Landscape di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Go-Jek disebut sebagai contoh yang berhasil. Aplikasi transportasi itu mampu mengubah diri menjadi platform pembayaran mobile dan menyediakan banyak layanan lainnya.

IMF juga mengingatkan potensi ekonomi digital ini harus bisa menyentuh semua lini masyarakat.

"Tujuannya, adalah untuk memanfaatkan revolusi digital sebaik mungkin dengan meningkatkan infrastruktur digital dan membuat sistem pendidikan yang cocok untuk masa depan," jelasnya.

Dalam kesempatan yang sama, Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus D.W. Martowardojo menyatakan Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan yang kuat di mana makro ekonomi dan stabilitas keuangan memperlihatkan kondisi yang sehat.

"Perkembangan positif ini didukung oleh bauran kebijakan rinci dari sisi kebijakan moneter, fiskal, dan struktural reformasi termasuk reformasi keuangan," paparnya.

Hingga tahun ini, pemerintah telah mengeluarkan 16 paket kebijakan untuk menciptakan iklim investasi, daya saing, pertumbuhan ekspor, sumber pertumbuhan baru, dan peningkatan pertumbuhan konsumsi masyarakat.

High-Level International Conference yang berlangsung 26-27 Februari 2018 ini merupakan bagian dari kegiatan menuju Annual Meeting IMF-World Bank 2018.

Acara ini turut dihadiri oleh Menko Maritim Luhut B. Panjaitan dan Chairman Monetary of Singapore Tharman Shanmugaratnam, Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Anggota dewan dari Australia Wayne Swan, serta Director IMF Asia Pacific Departement Changyong Rhee, Deputi Gubernur Banko Sentral ng Pilipinas Diwa Guinigundo, dan Asisten Gubernur Bank of Thailand Chantavarn dan Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia Jessica Chew.

Tag : imf
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top