Negara Asean Tetap Percaya Diri Hadapi Tantangan Ekonomi

Negara-negara Asean tetap percaya diri mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi eksternal, seperti kenaikan suku bunga negara maju dan pertumbuhan ekonomi China.
Dwi Nicken Tari | 27 Februari 2018 16:36 WIB
Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo (barisan depan, mulai dari kanan), Menteri Keuangan Sri Mulyani, Direktur IMF Christine Lagarde, dan Menko Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan berfoto bersama saat acara High Level International Conference di Jakarta, Selasa (27/2). - JIBI/Abdullah Azzam

Bisnis.com, JAKARTA -- Negara-negara Asean tetap percaya diri mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan ekonomi eksternal, seperti kenaikan suku bunga negara maju dan pertumbuhan ekonomi China.

Deputi Gubernur Bank Negara Malaysia Jessica Chew mengatakan pemerintahnya telah berupaya menggenjot konsumsi domestik selama dua tahun terakhir.

"Malaysia menjadi lebih percaya diri dengan arus keuangannya karena didukung institusi dan investasi domestik yang kuat," ungkapnya dalam diskusi High-Level International Conference di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Negeri Jiran mengaku masih harus mengembangkan kebijakan untuk ekonomi digital tapi mengklaim tetap terbuka terhadap kemajuan teknologi dan ekonomi digital.

Sementara itu, Kepala Ekonom ASEAN Macroeconomic Research Office (AMRO) Hoe Ee Khor menuturkan banyaknya investasi asing ke negara-negara di kawasan ini, yang sebagian besar masuk ke sektor infrastruktur, membuat pemerintah masing-masing negara harus mempererat kerja sama.

Pelemahan dolar AS, lanjutnya, juga bisa menjadi bantuan yang sangat besar bagi Asean.

Sebelumnya, Managing Director IMF Christine Lagarde menyatakan ASEAN mesti siap menghadapi berbagai tantangan yang muncul di tengah perubahan lansekap perekonomian dunia saat ini.

Perubahan yang terjadi di antaranya ditunjukkan melalui lonjakan volatilitas di pasar keuangan dan meningkatnya risiko perselisihan perdagangan. Selain itu, dampak dari semakin tingginya laju perkembangan teknologi turut menjadi beban tambahan.

"Negara-negara Asean dapat melewati kesulitan tersebut dengan menyelesaikan tiga tantangan utama," tuturnya.

Salah satunya adalah pengelolaan ketidakpastian. Lonjakan volatilitas di pasar saham baru-baru ini menjadi pengingat fundamental bagi para pembuat kebijakan bahwa transisi perekonomian sedang berlangsung.

Pemerintah, tambah Lagarde, dapat memanfaatkan momen ini untuk lebih menguatkan pola kebijakannya. Termasuk di dalamnya adalah reformasi pasar keuangan, memperbaiki regulasi tenaga kerja, menekan hambatan masuknya investasi, serta menggunakan kebijakan fiskal untuk menghasilkan pendapatan publik yang lebih tinggi dan mendorong pengeluaran.

Dengan demikian, investasi di infrastruktur dan kesejahteraan sosial bisa ditingkatkan.

Asean juga diminta mengenal model baru pertumbuhan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi, termasuk memperluas kerja sama perdagangan regional. Menurut data IMF, kenaikan kecil dalam diversifikasi ekspor cukup untuk mengerek pertumbuhan PDB sebesar 1%.

"Negara dengan penduduk muda, seperti Indonesia dan Malaysia, bisa memanfaatkan kesempatan ini dengan membuat lebih banyak pekerjaan berkualitas tinggi. Sementara itu, Thailand dan Vietnam yang penduduknya mulai menua. bisa menggunakan teknologi untuk meningkatkan produktivitas kerja," jelasnya.

Tag : asean
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top