Rupiah Stabil dan Fleksibel

Pemerintah yakin pergerakan nilai tukar rupiah akan tetap fleksibel dan stabil, sehingga dapat menciptakan kepastian kepada dunia usaha.
M. Richard | 28 Februari 2018 11:35 WIB
Uang rupiah. - Bloomberg/Brent Lewin

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah yakin pergerakan nilai tukar rupiah akan tetap fleksibel dan stabil, sehingga dapat menciptakan kepastian kepada dunia usaha.

"Jadi yang paling penting adalah kita menggambarkan nilai tukar rupiah yang cukup fleksibel tapi tetap stabil," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Selasa (27/2/2018).

Menurut Sri Mulyani, nilai tukar rupiah selama ini selalu kompetitif, bahkan selama kenaikan fed fund rate pada 2016-2017, nilai tukar masih relatif stabil.

Oleh karena itu, meskipun ada prediksi kenaikan FED Fund rate tahun ini, nilai tukar rupiah akan masih akan tetap kuat menjaga kestabilannya.

"Kemudian bisa menciptakan kepastian kepada dunia usaha, namun juga tidak menimbulkan daya competitiveness yang tererosi karena nilai tukar itu sendiri," jelasnya.

Selanjutnya, kata Sri Mulyani, pihaknya akan selalu memantau perkembangan ekonomi global, termasuk semua hal yang berhubungan dengan perubahan kebijakan di Amerika Serikat, baik dari sisi moneter, fiskal, dan perdagangan.

Berdasarkan catatan Bisnis, hingga 21 Februari, kurs rupiah secara year-to-date telah melemah 0,24% dengan koreksi terbesar pada awal Februari mencapai 1,56%.

Pelemahan rupiah terjadi ketika pasar saham dan obligasi bergerak liar menyusul berita baik di pasar tenaga kerja AS. Adapun pelemahan terbanyak yaitu sebesar 2,63% terjadi dalam kurun tiga minggu sejak 26 Januari sampai 14 Februari, di mana rupiah bergerak dari kisaran Rp13.300 ke kisaran Rp13.650.

Tag : Rupiah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top