Bank Kecil & Menengah Paling Terkena Dampak Disrupsi Fintech

Perkembangan fintech yang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini diyakini bakal mengancam keberadaan bisnis perbankan.
Puput Ady Sukarno | 28 Februari 2018 00:46 WIB
Ilustrasi perbankan - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA – Perkembangan fintech yang pesat dalam beberapa tahun terakhir ini diyakini bakal mengancam keberadaan bisnis perbankan.

Hasil Survei Perbankan Indonesia pada 2018 yang digelar Pricewaterhouse Coopers (PwC) Indonesia memproyeksikan kelompok bank yang bakal terkena imbas dari disrupsi teknologi finansial (fintech) adalah skala kecil dan menengah.

David Wake, Financial Services Leader PwC Indonesia, mengatakan banyak bankir yang memercayai dalam 5 tahun ke depan disrupsi fintech tersebut cukup besar.

"Sebanyak 80% responden kami percaya bahwa fintech dalam 5 tahun ke depan bisa menjadi ancaman signifikan," ujarnya pada Selasa (27/2/2018).

Sementara, dalam jangka pendek terutama kehadiran fintech yang bergerak di peminjaman atau peer to peer lending, merupakan salah satu ancaman yang patut diwaspadai selain beberapa teknologi lainnya seperti blockchain dan teknologi pembayaran individual yang juga bakal menjadi tantangan.

Bagi bank besar, masifnya perkembangan fintech dinilai tidak akan begitu berdampak. Pasalnya, kelompok bank besar dinilai cukup siap untuk mengatasi persaingan dengan fintech.

Kesiapan tersebut lantaran bagi kelompok bank besar, permodalan mereka juga cukup besar untuk alokasi pengembangan teknologi informasi tersebut.

Survei perbankan PwC Indonesia dilakukan terhadap 65 responden dari 49 bank. Para responden merupakan pejabat di tingkat manajemen senior pada masing-masing bank tersebut.

Tag : fintech
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top