Pebisnis AS Apresiasi Reformasi Ekonomi Indonesia

Pebisnis Amerika Serikat mengapresiasi upaya reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Beberapa perusahaan dilaporkan tertarik memperdalam bisnisnya di Indonesia.
Amanda Kusumawardhani | 13 Maret 2018 14:06 WIB
Presiden Joko Widodo (keempat kanan) didampingi Menko Maritim Luhut B Panjaitan (ketiga kanan), Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita (kelima kanan), Seskab Pramono Anung (kedua kanan) dan Wakil Menlu, AM Fachir menerima kunjungan delegasi US-ASEAN Business Council di Istana Merdeka, Jakarta, Selasa (13/3/2018). - ANTARA/Wahyu Putro A

Bisnis.com, JAKARTA — Pebisnis Amerika Serikat mengapresiasi upaya reformasi ekonomi yang dilakukan oleh Presiden Joko Widodo. Beberapa perusahaan dilaporkan tertarik memperdalam bisnisnya di Indonesia.

Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan mengemukakan bahwa pebisnis Amerika Serikat (AS) yang tergabung dalam US-Asean Business Council mengaku puas terhadap perubahan yang dilakukan oleh Presiden Jokowi.

"Tadi mereka memberikan masukan kepada pemerintah. Mereka sangat puas dengan progres yang dibuat pemerintah," katanya di Istana Negara, Selasa (13/3/2018).

Beberapa perusahaan, ucapnya, juga dilaporkan memiliki rencana investasi di Indonesia misalnya Mattel, produsen boneka Barbie, ingin menambah produksinya di Indonesia.

"Hypertech mau masuk lagi banyak. Infrastruktur ada beberapa tempat yang tertarik tapi enggak spesifik," jelasnya.

Menurutnya, tawaran Indonesia kepada pebisnis AS terkait peluang investasi dan perdagangan akan dilakukan per proyek yang sudah berjalan.

"Nanti tanggal 18 di AS ada pertemuan World Economic Forum. Indonesia diminta untuk mempresentasikan program ekonomi yang mereka bisa masuk segera. Jadi tidak lagi bicara proyek umum tetapi ke proyek LRT Refinancing, Kertajati," tambahnya.

Sementara itu, Alexander C. Feldman, President & CEO US-Asean Business Council mengemukakan pihaknya membawa perwakilan dari 41 perusahaan dalam lawatan selama tiga hari di Indonesia.

Adapun, beberapa perusahaan yang dimaksud antara lain Expedia, Axa, Apple, Amazon, Cigna, Procter&Gamble.

Terkait dengan rencana bisnis Amazon di Indonesia, Alex mengungkapkan belum ada kesepakatan-kesepakatan resmi soal itu.

Hingga saat ini, Amazon sudah memiliki beberapa klien di Indonesia untuk bisnis jasa layanan web. Sebaliknya untuk bisnis e-commerce, dia menegaskan Amazon belum melebarkan sayapnya ke Indonesia.

Hal yang sama juga berlaku untuk Disneyland. "Kami [AS dan Jokowi] berdiskusi soal itu. Tetapi karena Disneyland tidak termasuk dalam perwakilan bisnis yang saya bawa ke Indonesia, maka saya tidak bisa berkomentar terkait rencana ke depan Disneyland di Indonesia," tuturnya.

Tag : investasi, amerika serikat
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top