BNI Life Ingin Dongkrak Kontribusi Agen Asuransi

Tahun ini pertumbuhan kontribusi pendapatan premi dari agen tumbuh hingga 10%. Agency tetap ditargetkan tumbuh antara 5% sampai 10%.
Reni Lestari | 14 Maret 2018 18:02 WIB
BNI Life - jibi

Bisnis.com, JAKARTA - Jalur distribusi bancassurance masih menjadi penopang utama pendapatan premi PT BNI Life Insurance. Hal itu memang jamak terjadi pada perusahaan asuransi yang menginduk pada bank.

Tahun lalu, jalur distribusi bancassurance berkontribusi 74% atau Rp4,2 triliun terhadap total pendapatan premi BNI Life sebesar Rp5,7 triliun. Sedangkan jalur distribusi agen hanya berkontribusi sekitar 5%, dan sisanya employee benefits.

Plt. Direktur Umum BNI Life, Geger N. Maulana menargetkan tahun ini pertumbuhan kontribusi pendapatan premi dari agen tumbuh hingga 10%. "Agency tetap kami tumbuhkan menjadi antara 5% sampai 10% targetnya," kata Geger di Jakarta, Selasa (13/3/2018) malam.

Dia menuturkan setidaknya dalam 10 tahun ke depan, captive market yakni nasabah Bank BNI masih bisa diandalkan. Namun potensinya akan semakin turun, sehingga perusahaan harus memaksimalkan jalur distribusi alternatif.

Kontribusi agen akan secara konstan dinaikkan dari tahun ke tahun, hingga perusahaan tak lagi bergantung pada captive market. "Nasabah captive ini terbatas. Sekarang (Bank) BNI potensinya masih bagus, tapi 10 tahun ke depan mungkin akan stagnan juga. Makanya dari sekarang kita bangun bisnis keagenan," jelasnya.

Geger mengaku cukup optimistis dengan target yang dipatoknya. Sebab, meski kontribusinya masih di angka 5%, namun pertumbuhannya dibandingkan dengan 2016 mencapai 32%.

Meningkatnya porsi kontribusi agen tahun ini secara otomatis diikuti pemangkasan bancassurance hingga 70%. "Lama-lama memang akan menurun, jadi nanti gantian [bancassuarnce tidak lagi mendominasi]. Untuk antisipasi, kita harus mengembangkan keagenan ini," kata Geger.

Tag : asuransi jiwa
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top