Industri Asuransi Jiwa Catatkan Pertumbuhan Pendapatan 21,7%

Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal 4 2017 tumbuh positif.
Azizah Nur Alfi | 16 Maret 2018 13:30 WIB
Ketua Umum Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Hendrisman Rahim (tengah) berbincang dengan Kepala Bidang Best Practice Rianto Djojosugito (kiri) dan Kepala Departemen International Nelly Husnayati sebelum memberikan penjelasan mengenai kinerja industri asuransi jiwa, di Jakarta, Jumat (16/3/2018). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA - Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) mencatatkan pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal 4 2017 tumbuh positif.

Ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim dalam paparannya menyampaikan, total pendapatan industri asuransi jiwa pada kuartal IV/2017 tercatat Rp254,22 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan pada 2016 sebesar Rp208,92 triliun, angka 2017 tumbuh sebesar 21,7%.

Total pendapatan premi masih menjadi penyumbang terbesar terhadap total pendapatan industri asuransi jiwa yakni sebesar 77,0%.

Adapun, total pendapatan premi pada kuartal 4 2017 sebesar Rp195,72 triliun. Jika dibandingkan dengan pendapatan premi 2016 sebesar Rp167,04 triliun, maka angka 2017 tumbuh sebesar 17,2%.

"Pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh meningkatnya total premi bisnis baru dan premi lanjutan masing-masing sebesar 22,4% dan 8,4%," katanya, Jumat (16/3/2018).

Hendrisman menambahkan, pertumbuhan premi didorong oleh meningkatnya pendapatan premi dari saluran distribusi bancassurance yang meningkat sebesar 24,1%. Adapun, saluran distribusi keagenan meningkat 11,8%, saluran distribusi alternatif 12,1%, dan saluran distribusi telemarketing meningkat sebesar 4,9%.

Tag : asuransi jiwa
Editor : Martin Sihombing

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top